Elephants

Nakhoda Speedboat Bawa 11 WNA di Gorontalo Belum Ditemukan

July 25, 2026

Makassar, CNN Indonesia --

Tim SAR gabungan telah menemukan 11 wisatawan asing bersama anak buah kapal (ABK) speedboat yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar di Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo.

Namun, nakhoda kapal tersebut dilaporkan masih hilang.

"Alhamdulillah semua korban ditemukan dalam kondisi selamat, namun kita masih satu korban yakni nakhodanya yang dilaporkan masih hilang," kata Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto kepada wartawan, Sabtu (25/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut terjadi saat kapal cepat yang membawa 13 orang termasuk 11 wisatawan asing, satu ABK dan nakhoda berlayar dari Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah menuju ke Pelabuhan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Jumat (25/7). Dalam perjalanan dihantam cuaca buruk sehingga kapal itu patah.

"Menurut informasi yang kami dapatkan tadi bahwa terjadi cuaca buruk sehingga menyebabkan kapal yang ditumpangi para wisatawan tersebut mengalami patah dan para korban menyelamatkan diri dengan rakit yang ada di sekitar area lokasi kecelakaan tersebut dan satu orang masih hilang," ungkapnya.

Pilihan Redaksi

Berdasarkan informasi, kata Heriyanto, nakhoda kapal cepat tersebut hilang, karena pada saat seluruh penumpang dan ABK tengah melakukan evakuasi ke rakit, tidak melihat keberadaan sang nakhoda akibat pandangannya terhalang kabut.

"Karena terhalang pandangannya dengan kabut sehingga tidak melihat posisi nakhoda yang masih di kapalnya. Menurut informasi yang kami dapatkan bahwa kapalnya patah menjadi dua dan tenggelam. Kejadiannya itu sekitar sudah malam hari jam 9 malam berdasarkan informasi yang kami terima," jelasnya.

Sementara ini, kata Heriyanto, seluruh tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi pencarian terhadap nakhoda kapal bernama, Ferdiansyah (29) yang masih dinyatakan hilang.

"Kita akan terus melaksanakan pencarian sesuai dengan SOP selama tujuh hari," ujarnya.

(mir/isn)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]