Banjarmasin (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Mushaffa Zakir menyoroti pengangguran pemuda dan sulitnya akses usaha mandiri.
"Oleh sebab itu, perlu solusi minimal bisa mengurangi permasalahan kepemudaan, " ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin tersebut ketika dikonfirmasi, Selasa.
Sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan kepemudaan, terutama di Kalsel, pada kesempatan sosialisasi peraturan perundang-undangan/peraturan daerah (perda) atau sosper, Mushtaffa Zakir menyosialisasikan Perda Nomor 10 Tahun 2019 tentang Kepemudaan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian anggota Komisi III DPRD Kalsel Mushaffa Zakir saat menyosialisasikan Perda Nomor 10 Tahun 2019 tentang Kepemudaan di Gedung Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) provinsi setempat, Banjarmasin Timur, Rabu (2/9/2026).
Mushaffa menambahkan, Perda Kepemudaan tidak hanya berbicara tentang peran pemuda dalam pembangunan, tapi regulasi itu juga mengatur penyadaran, pemberdayaan, kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan pemuda.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kapasitas pendidikan, keterampilan, dan karakter pemuda. Regulasi tersebut juga menjadi landasan untuk memberikan perlindungan, kepastian hukum, dan ruang bagi generasi muda mengembangkan potensi mereka.
Dalam diskusi, persoalan modal menjadi salah satu keluhan peserta yang ingin memulai usaha. Keterbatasan modal mereka nilai menjadi hambatan bagi pelaku usaha baru untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah.
Baca juga: Pemuda pemudi Kalsel diajak aktif dalam hal kepemudaan
Tantangan tersebut membuat pembangunan kewirausahaan pemuda tidak cukup berhenti pada pelatihan, tetapi perlu pula dukungan yang bisa menjawab kebutuhan di lapangan.
Pemerintah desa setempat menyambut baik sosialisasi tersebut dan berharap kegiatan serupa berlanjut. Pemahaman terhadap Perda Kepemudaan hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi mendorong pemuda lebih mandiri, berani berusaha, dan mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Peserta sosper tersebut santri dan mahasiswa, alumni Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) serta Universitas Darussalam Gontor asal Kalsel.
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.