MTQ Nasional dongkrak okupansi hotel
Sabtu, 12 September 2026 01:17 WIB
Semarang (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah menyebutkan bahwa pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang mendongkrak okupansi hotel yang ada di wilayah tersebut.
Penjabat Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jateng Albert Dwijaya, di Semarang, Jumat, mengatakan ajang nasional MTQ XXXI turut memberikan efek bola salju, tidak hanya pada keterisian kamar hotel, tetapi juga pada bisnis travel, corporate gathering, serta UMKM.
Ia menyebutkan okupansi hotel mencapai 80 persen dan diproyeksikan meningkat hingga 90 persen pada puncak acara MTQ Nasional yang berlangsung pada 11-20 September 2026.
"Yang kita lihat city okupansi kurang lebih ada di kisaran 80 persen. Kami optimis pada puncaknya okupansi kamar hotel bisa mencapai 90 persen," katanya.
Karena itu, PHRI Jateng jauh-jauh hari telah memberikan arahan kepada 120 anggota aktif, terkait layanan kepada kafilah dan tamu pada ajang tersebut.
Ia menekankan pentingnya keramahan, kebersihan, kenyamanan, serta fasilitas pendukung.
Selain itu, hotel-hotel yang menjadi tempat peristirahatan kafilah juga memasang spanduk sambutan, baik elektronik maupun konvensional.
Harapannya, peserta acara merasakan keramahan sambutan selama menginap di Semarang.
"Selain itu, terkait food quality maupun sertifikasi halal atau kelayakan makanan, sudah sesuai dengan standar yang dibutuhkan sama teman-teman kafilah," katanya.
Guna menjamin ketersediaan kamar, PHRI Jateng juga berkoordinasi dengan hotel-hotel yang ada di sekitar Kota Semarang untuk memastikan tamu dan kafilah yang mengikuti gelaran tersebut mendapatkan penginapan.
"Secara ekonomi yang diuntungkan tidak hanya di sektor perhotelan maupun restoran, pasti juga UMKM-nya. Oleh karenanya, kita juga mengimbau teman-teman UMKM, untuk lebih aktif mempromosikan produk autentik atau lokal Semarang," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan perputaran ekonomi dari pergelaran MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jateng, mencapai Rp1,2 triliun.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan angka tersebut merupakan hasil penghitungan Pemprov Jateng bersama Badan Pusat Statistik (BPS), dengan memperhitungkan aktivitas ekonomi selama rangkaian pelaksanaan MTQ.
"Kita berharap ada Rp1,2 triliun. Kita menghitung dengan BPS kemarin,” katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.