Elephants

MotoGP perluas pengenalan budaya lokal ke panggung internasional

October 11, 2026

MotoGP perluas pengenalan budaya lokal ke panggung internasional

Senin, 12 Oktober 2026 06:20 WIB

Image Print

Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Soedjoko (kanan) berdialog dengan Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam (kiri) saat mengunjungi pameran kebudayaan tentang Sekardiu bertajuk speed, energy, and connection di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10/2026). ANTARA/HO-Museum NTB

Mataram (ANTARA) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Nusa Tenggara Barat (Dekranasda NTB) Sinta Agathia Soedjoko mengatakan momentum ajang balap MotoGP menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan budaya lokal kepada masyarakat dunia.

"Kami sangat percaya setiap kesempatan adalah momen di mana kami bisa memperkenalkan banyak hal, kekayaan-kekayaan NTB termasuk budaya yang saat ini dipamerkan bersamaan dengan ajang MotoGP," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Minggu.

Sinta menuturkan pameran artefak kebudayaan yang digelar oleh Museum NTB di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, tidak hanya menjadi panggung olahraga balap motor dunia, tetapi juga ruang bagi pengunjung mancanegara memahami kebudayaan Nusa Tenggara Barat.

Menurut dia, kekayaan sejarah dan tradisi daerah membuat Mandalika memiliki daya tarik yang tidak hanya bertumpu pada sektor wisata olahraga atau sport tourism.

Museum NTB mengusung tajuk pameran Speed, Energy, and Connection dengan mengangkat Sekardiu yang berkaitan dengan tradisi wayang Sasak. Pameran itu menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan karakter MotoGP yang identik dengan kecepatan, energi, dan kekuatan.

Baca juga: Erick Thohir: MotoGP Mandalika 2026 cetak rekor 157 ribu penonton

Baca juga: Bezzecchi sebut tekanan ban jadi tantangan meski juara di Mandalika

Baca juga: Marc Marquez kesulitan saat balapan utama MotoGP Mandalika


Sinta menilai kisah Sekardiyu memiliki filosofi yang relevan dengan kehidupan masa kini. Nilai-nilai yang terkandung dalam mitologi kuda tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pengunjung untuk mengenal lebih jauh warisan budaya masyarakat Sasak.

"Kita bisa tarik filosofi dari mitologi kuda Sekardiu yang sangat related dengan MotoGP karena terkait dengan kecepatan, energi, dan hubungan," kata dia.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pameran tersebut dirancang untuk menghubungkan warisan budaya Sasak dengan karakter olahraga balap motor.

Dalam tradisi wayang Sasak, imbuh dia, hewan mitologi Sekardiu merupakan kendaraan Jayengrana dalam perjalanan mencari kebahagiaan tertinggi dan pengetahuan

"Sekardiu adalah kendaraan dari Jayengrana, hewan mitologi yang memiliki keterkaitan dengan kecepatan dan kekuatan," ucap Nuralam.

Lebih lanjut dia menyampaikan filosofi tersebut dapat dikaitkan dengan semangat kompetisi dalam MotoGP. Kecepatan dan kekuatan menjadi unsur penting dalam olahraga balap.

Adapun dalam konteks budaya, kisah Sekardiu menyimpan nilai yang dapat diperkenalkan kepada generasi masa kini.

Museum NTB mencatat para pengunjung pameran berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara, di antaranya Australia, Prancis, Belanda, dan Spanyol.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MotoGP perluas pengenalan budaya lokal ke panggung internasional

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026