Elephants

Modus Fake BTS Buat Bobol HP Ramai Lagi, Polisi Usut Asalnya

July 29, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Informasi adanya penipuan dengan fake BTS beredar di media sosial. Seorang pengguna melaporkan adanya aktivitas tidak biasa dari ponselnya.

Ponselnya tiba-tiba kehilangan sinyal. Tak lama kemudian dia mendapatkan SMS berisi link mencurigakan. Postingan itu dikomentari sejumlah orang yang pernah mengalami hal serupa. Dugaannya merujuk pada penipuan fake BTS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah mengetahui informasi. Kini, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya tengah mendalami informasi yang beredar.

"Masih didalami Direktorat Siber terhadap informasi ini sudah diketahui kemarin Selasa," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (29/7/2026).

Sebagai informasi, Fake BTS menggunakan perangkat untuk memancarkan sinyal yang seolah berasal dari BTS operator resmi. Selanjutnya, oelaku akan mengirimkan SMS penipuan ke ponsel yang berada di sekitar lokasinya.

Penipuan ini cukup sulit dilacak pihak operator, karena tidak melewati jaringan resmi. Biasanya akan berisi link mencurigakan untuk memberikan akses atau data pribadi milik korbannya.

Sebelumnya, pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya dari Vaksinkom menjelaskan fake BTS ini akan mencegat SMS one time password (OTP) sebelum diterima oleh bank. Pelaku dapat memalsukannya seolah berasal dari bank yang resmi.

"Jadi yang celakanya begini, penipunya bisa memasukkan nomor sender sama dengan nomor sendernya bank. Yang selama ini tidak mungkin bisa dilakukan dengan teknik fake BTS ini karena ada kelemahan dari SS7, signaling dari operator ini menjadi dimungkinkan," kata Alfons dalam unggahan di Instagramnya dikutip Selasa (4/3/2025).

Bukan hanya untuk menyadap, namun serangan ini juga digunakan untuk man-in-the-middle attack. Jadi serangan tersebut dapat menyadap hingga mengedit pesan lalu mengirimkannya ke korban.

SMS yang dikirimkan kepada korban akan berisi link ke situs phishing. Di sana mereka akan mengarahkan korban untuk memasukkan data kredensial.

"Dia akan mengirimkan SMS kepada korbannya dari nomor yang sah, nomornya sah tapi dipalsukan. Dan mengarahkan ke situs phising yang sangat mirip, guna menjebak korbannya memasukkan kredensial, itu yang perlu anda perhatikan," jelasnya.

Oleh karena itu, Alfons mengingatkan nasabah untuk tidak sembarangan mengklik link yang diterima.

"Jadi jangan pernah klik link yang diberikan walaupun dikirimkan oleh bank yang bersangkutan. Jadi anda harus ketik sendiri, aduh ini memang pusing ya," ucap Alfons.

(dem/dem)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]