Elephants

Mirip Penyakit Biasa, Waspadai Gejala Kanker Darah yang Kerap Diabaikan

September 24, 2026

Daftar Isi

Jakarta -

Kanker darah tak selalu dimulai dengan tanda peringatan yang dramatis. Lebih sering, kanker darah menyerupai penyakit yang tampak biasa dialami sehari-hari, seperti demam hingga memar.

Menurut Dr Nitin Agarwal yang memiliki pengalaman klinis 15 tahun dan berspesialisasi dalam pengobatan transfusi dan imunhematologi, gejala-gejala ini mudah dikaitkan dengan stres, rutinitas yang menuntut, atau penyakit biasa. Namun, saat perubahan pada tubuh berlangsung lebih lama, berulang, atau bersamaan dengan gejala lain, maka diperlukan perhatian medis.

"Dalam kasus kanker darah, mengenali bahwa ada sesuatu yang tidak normal pada diri Anda dapat menjadi langkah pertama yang penting menuju diagnosis," kata Dr Agarwal, dikutip dari laman Hindustan Times.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kanker darah, termasuk leukemia, limfoma, dan mieloma multipel, memengaruhi darah, sumsum tulang, atau sistem limfatik. Karena sistem-sistem ini berperan dalam memproduksi sel darah, melawan infeksi, dan menjaga fungsi tubuh normal, gejalanya dapat beragam dan tidak spesifik," tambahnya.

Apa Saja Kanker Darah yang Perlu Diwaspadai?

Dr Agarwal mengatakan, tanda pertama yang perlu diperhatikan adalah memar atau pendarahan tanpa alasan.

"Memar yang muncul tanpa sebab yang jelas, mimisan yang sering terjadi, gusi berdarah, atau menstruasi yang sangat deras terkadang dapat mengindikasikan jumlah trombosit yang rendah. Pada kanker darah tertentu, sel-sel abnormal di sumsum tulang menghambat produksi sel darah sehat, termasuk trombosit, yang membantu pembekuan darah dengan benar," jelasnya.

Tanda selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kelelahan yang terus-menerus. Menurut Dr Agarwal, ada perbedaan antara merasa lelah setelah seharian bekerja dan kelelahan yang tidak kunjung hilang, walaupun sudah beristirahat dengan cukup.

Adapun gejala lain yang diketahui dari kanker darah meliputi:

"Pada limfoma, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dikenal sebagai 'gejala B' dan dapat memiliki signifikansi klinis," kata Dr Agarwal.

Meski demikian, kesadaran akan gejala kanker darah seharusnya tidak menimbulkan ketakutan.

"Gejala-gejala ini tidak berarti seseorang mengidap kanker," ujarnya.

"Gejala-gejala ini dapat terjadi pada banyak kondisi medis lain, yang sering kali lebih umum. Tujuan mengenali gejala-gejala ini bukanlah untuk mendiagnosis diri sendiri, tetapi untuk mengetahui kapan evaluasi medis diperlukan," pungkasnya.

Diagnosis bisa dilakukan setelah pemeriksaan dan tes medis yang tepat. Mengetahui beberapa gejala memungkinkan seseorang untuk mencari pertolongan dengan tepat.

(elk/naf)