Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan lahan seluas 8,5 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah itu.
Kepala Dinas Sosial Mimika Hasan Kemong di Timika, Jumat, mengatakan lokasi tersebut berada di kawasan Distrik Iwaka yang merupakan lahan milik Pemkab Mimika dan pada era 1990-an pernah dimanfaatkan untuk lokasi Sekolah Berpola Asrama.
"Lokasi itu ada Iwaka, tanah itu milik pemerintah daerah dan sudah bersertifikat, tinggal membangun saja.Saya selalu di sana , gedung yang lama kami sudah bongkar, masyarakat yang ada di dalam juga sudah kami pindahkan,"ujarnya.
Pemerintah Mimika bertanggung jawab menyediakan lahan untuk jadi lokasi pembangunan sekolah tersebut sedangkan untuk pembangunan gedung akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
"Soal pembangunan itu pemerintah pusat, kami di daerah tidak bertanggung jawab soal itu. Di lokasi itu nanti di bangun ,asrama, rumah guru dan sekolah, semua lengkap dibangun di situ. Kalau di sini semua sudah selesai kapan sekolah itu di bangun tergantung Kementerian PU ",ujarnya.
Dinas Sosial Mimika juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk melaporkan bahwa lokasi pembangunan sekolah rakyat di wilayah Mimika telah disiapkan.
"Kami sudah ketemu dengan Pak Menteri Sosial dan sampaikan hal ini, " ujarnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Di Mimika Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika dimulai sejak 10 Oktober 2025 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika Johannes Rettob.
Aktivitas belajar mengajar dan asrama untuk sementara menempati bangunan rumah susun (rusun) bekas Wisma Atlet PON XX Papua di Jalan Poros SP2–SP5, Timika sambil menunggu pembangunan gedung baru di lokasi yang telah disiapkan oleh Pemerintah Mimika.
Saat ini jumlah siswa yang terdaftar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika sebanyak 75 orang, mereka terbagi dalam empat rombongan belajar (rombel) yaitu dua rombel SMA dan dua rombel SMP.
Para siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat Mimika tidak saja warga asli Papua, tetapi juga warga non-Papua dari latar belakang keluarga kurang mampu.
Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.