Kerja sama ini ditandatangani oleh Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Wahyu Wibowo, S.Si., M.Si dengan CEO & Founder PT MII, Sriyono B. Soebianto di Gedung Rektorat ITS, Surabaya pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Sriyono mengatakan kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud komitmen bersama untuk mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang logistik dan rantai pasok.
"Kami menilai kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk saling memperkuat, baik dari sisi penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri logistik. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga memberi kesempatan magang dan praktik kerja bagi mahasiswa, hingga membuka peluang karier bagi lulusan terbaik program studi ini," kata Sriyono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 30 Agustus 2026.
Sementara itu, Wahyu mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi vokasional yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
"Kita di Fakultas Vokasi ingin mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi vokasional yang bisa memastikan relevansi dari kurikulum pendidikan tinggi dengan keperluan dunia usaha dan dunia industri. Jika pendidikan yang kita kembangkan itu relevan, ada matching dengan dunia industri, alumni bisa terserap ke dunia kerja secepat mungkin," ucap Wahyu.
Ia menambahkan, dari PT MII pihaknya berharap ada dukungan dalam pengembangan kurikulum, penyediaan tempat magang dan penyediaan topik-topik riset bagi dosen yang ingin mengembangkan keilmuan di bidang logistik.
Melalui kerja sama tersebut, MII dan Fakultas Vokasi ITS akan mengembangkan berbagai program yang selaras dengan kebutuhan industri logistik dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Ruang lingkup kerja sama mencakup evaluasi kurikulum bersama, program magang dan proyek industri bagi mahasiswa dengan durasi minimal satu semester, pelibatan praktisi MII sebagai dosen tamu dan mentor, penyelenggaraan pelatihan serta sertifikasi kompetensi, penelitian terapan bersama, hingga penyediaan akses informasi dan kesempatan rekrutmen bagi lulusan.
Kolaborasi MII dan ITS ini menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara korporasi dan perguruan tinggi vokasi dalam mencetak talenta unggul di bidang logistik. Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat sumber daya manusia dan kualitas pendidikan nasional.
"Penandatanganan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik. Kami berharap kerja sama ini segera diwujudkan melalui kesempatan magang bagi mahasiswa, keterlibatan praktisi dalam pembelajaran, serta penelitian dan inovasi yang relevan dan dapat diterapkan di dunia industri," ujar Sriyono.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik, MII menyatakan disrupsi digital juga telah dan akan terus memengaruhi cara kerja sektor logistik dan rantai pasok di masa depan. Perubahan itu dinilai tidak bisa dihindari sehingga dibutuhkan kesiapan SDM untuk beradaptasi dengan teknologi baru, mulai dari analitika data hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam manajemen rantai pasok.
Melalui kemitraan tersebut, MII dan ITS berkomitmen mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi era logistik digital yang semakin dinamis, sekaligus berkontribusi pada penguatan daya saing sektor logistik dan perdagangan internasional Indonesia.
PT. MII merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik dan rantai pasok, dengan pengalaman sejak 1990. MII menyediakan berbagai layanan logistik yang mencakup freight forwarding, ekspor-impor, customs clearance, project cargo, domestic distribution & warehousing, customs & tax engineering, serta supply chain optimization.
Dalam menjalankan layanan tersebut, MII terus mengembangkan solusi logistik yang mengintegrasikan pengalaman operasional, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan pelanggan di berbagai sektor industri.