Liputan6.com, Jakarta - Setiap kali memasuki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pengemudi biasanya akan menemukan papan peringatan keselamatan yang mengimbau untuk mematikan mesin kendaraan.
Petugas SPBU pun tak jarang menegur pengendara yang masih membiarkan mesin mobil atau sepeda motornya menyala ketika proses pengisian bahan bakar berlangsung.
Bagi sebagian masyarakat, aturan tersebut mungkin dianggap sekadar prosedur yang harus dipatuhi saat berada di SPBU. Padahal, mematikan mesin kendaraan merupakan salah satu langkah keselamatan penting untuk mengurangi risiko kebakaran di area yang memiliki potensi paparan uap bahan bakar.
Mengutip laman Daihatsu, Minggu (27/9/2026), bahan bakar minyak (BBM), terutama bensin, memiliki sifat yang mudah menguap. Ketika proses pengisian berlangsung, uap bahan bakar dapat terlepas dan menyebar di sekitar kendaraan.
Dalam kondisi tertentu, uap tersebut dapat terbakar apabila bertemu oksigen dan sumber penyulut. Karena itu, mematikan mesin menjadi langkah pencegahan yang penting selama pengisian BBM.
Salah satu alasan utama mesin kendaraan harus dimatikan saat mengisi BBM adalah untuk mengurangi potensi munculnya sumber penyulut di sekitar bahan bakar.
Mesin kendaraan memiliki berbagai komponen yang menghasilkan panas maupun menggunakan sistem kelistrikan. Knalpot, misalnya, dapat berada pada temperatur tinggi.
Selain itu, sistem kelistrikan kendaraan dan komponen mesin juga dapat menjadi sumber energi yang berpotensi memicu percikan dalam kondisi tertentu.
Ketika terdapat uap BBM di sekitar kendaraan, keberadaan sumber penyulut tersebut perlu diminimalkan. Inilah sebabnya pengemudi diminta mematikan mesin sebelum proses pengisian dimulai.
Selain panas dan sistem kelistrikan kendaraan, listrik statis juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika berada di area pengisian bahan bakar.
Muatan listrik statis dapat terbentuk akibat gesekan antara pakaian, tubuh, jok kendaraan, maupun permukaan lainnya. Dalam kondisi tertentu, pelepasan muatan tersebut dapat menghasilkan percikan kecil.
Jika percikan muncul ketika terdapat konsentrasi uap BBM yang mudah terbakar, risiko kebakaran dapat meningkat. Karena itu, pengemudi perlu mengikuti seluruh prosedur keselamatan yang diterapkan di SPBU.