Elephants

Merawat persahabatan antar-bangsa melalui layang-layang

August 3, 2026
Angin itu merupakan "bahan bakar" bagi peserta festival tersebut untuk menerbangkan layang-layang mereka

Garut (ANTARA) - Angin yang berhembus di pegunungan kawasan Tepas Papandayan, Kabupaten Garut, disambut ceria peserta Festival Layang-Layang Internasional 2026.

Angin itu merupakan "bahan bakar" bagi peserta festival tersebut untuk menerbangkan layang-layang mereka.

Berkat angin itu, puluhan layang-layang berbagai bentuk yang diterbangkan peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia dan 12 negara di Asia dan Eropa menari-nari di angkasa. Layang-layang itu menghiasi langit biru di kawasan perbukitan di Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, sejak 29 Juli sampai 2 Agustus.

Sesekali pengunjung bersorak gembira ketika ada layang-layang yang unik dengan ukuran besar berhasil melayang sempurna di udara. Langit pun dipenuhi naga, sejumlah tokoh wayang, karakter film kartun, maupun layangan tradisional.

Suasana menerbangkan layang-layang itu menunjukkan pemandangan yang indah, penuh persahabatan, kebersamaan tanpa sekat, dan semangat bersama untuk menerbangkan layang-layang di langit pegunungan Garut itu.

Pelayang dari Indonesia bersama pelayang Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, China, Korea Selatan, Swiss, Swedia, Italia, Belgia, dan Prancis berkumpul membawa layang-layang terbaiknya. Mereka membawa cerita khas dari negerinya masing-masing.

Tali layang-layang yang membentang ke langit seolah menghubungkan banyak bangsa dalam satu ruang yang sama, yakni di langit biru di bumi pertiwi. Keberadaan orang-orang yang berasal dari sejumlah negara itu seolah-olah menghilangkan batas wilayah maupun perbedaan bahasa, kulit, dan asal daerah.

Yang ada hanyalah kreativitas manusia dan semangat persahabatan, seperti diungkapkan Presiden Majlis Pelayang Malaysia A Rahim Nin. Dia hadir bersama 10 pelayang yang didatangkan dari negaranya untuk berbaur bersama dalam hangatnya persahabatan di langit Garut.

Bagi A Rahim Nin, bermain layang-layang bukan sekadar hobi menerbang berbagai kreativitas itu. Ada nilai-nilai lain yang ingin disampaikan, yakni mempererat persaudaraan kepada orang lain yang berasal dari negara dan budaya yang berbeda.

"Layangan ini bukan saja untuk hobi. Dia dapat mempererat budaya, malahan antara kitadapat bertemu, main layang-layang di bawah satu langit. Kita dapat berinteraksi antara negara," kata Datuk A Rahim saat ditemui ANTARA di arena Festival Layang-Layang di Garut, Sabtu (1/8).

A Rahim yang juga menjabat sebagai Presiden Persatuan Pelayang Johor itu menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam dan udara sejuk pegunungan Garut.

Baginya dia, sambutan hangat dari masyarakat Garut terhadap pelayang yang datang dari berbagai negara menimbulkan rasa aman, nyaman, dan bahagia di tengah suasana daerah itu yang tenang.

"Sungguh cantik, dan mereka merasa aman, dan merasa tenang berada di sini, dapat bermain layang-layang dengan cuaca yang segar, dingin," katanya.

Pesan Perdamaian

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.