Elephants

Merawat Lubang Tambang Pendidikan Pertama di Indonesia

September 17, 2026

Sawahlunto (ANTARA) - Di lorong gelap sepanjang 1,2 kilometer, pancaran sinar putih sejumlah alat penerangan portabel dari kejauhan terlihat seolah menari-nari. Begitu pula suara percakapan beberapa orang mulai samar terdengar.

Mereka ialah para pekerja dari satu perusahaan negara yang bergerak di bidang pertambangan yakni PT Bukit Asam (PTBA) yang tengah menyiapkan rencana perbaikan dinding terowongan akibat adanya kerusakan minor.

Lubang tambang gelap itu dimanai Sawah Luwung yang terletak di Desa Rantih, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Ialah sebuah bekas pertambangan batu bara milik PTBA pada 1980 yang kini disulap menjadi sarana pendidikan.

Supervisor Keselamatan Tambang Dalam Sawah Luwung, Asmaliardi (Kanan) menjelaskan jalur lorong yang masih aktif digunakan untuk kebutuhan pendidikan pertambangan bawah tanah di lubang pendidikan Sawah Luwung, Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Fandi Yogari (ANTARA/FANDI YOGARI/FANDI YOGARI)
Supervisor Keselamatan Tambang Dalam Sawah Luwung, Asmaliardi memasuki salah satu pintu menuju jalur lubang tambang pendidikan Sawah Luwung, Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Fandi Yogari (ANTARA/FANDI YOGARI/FANDI YOGARI)

Supervisor Keselamatan Tambang Dalam Sawah Luwung, PTBA Ombilin Mining Site, Asmaliardi mengatakan Sawah Luwung merupakan satu dari sekian lubang tambang bawah tanah di Indonesia yang masih terjaga dan dirawat dari masa ke masa. Lubang ini memiliki tinggi sekitar tiga meter dengan elevansi 214 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Asmaliardi mengatakan meski saat ini hanya difungsikan sebagai lubang tambang pendidikan, faktor keamanan dan keselamtan masih menjadi prioritas utama yang selalu diperhatikan.

Supervisor Keselamatan Tambang Dalam Sawah Luwung, Asmaliardi melakukan pengecekan berkala area penampungan air tambang yang dibangun di dalam lubang tambang pendidikan Sawah Luwung, Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Fandi Yogari (ANTARA/FANDI YOGARI/FANDI YOGARI)
Sejumlah pekerja menyelesaikan perbaikan dinding terowongan yang mengalami kerusakan di lubang tambang pendidikan Sawah Luwung, Sawahlunto, Sumatera Barat, Senin (14/9/2026). ANTARA/Fandi Yogari (ANTARA/FANDI YOGARI/FANDI YOGARI)

Penggantian bantalan penyangga yang sudah lapuk, pengecekan ventilasi udara hingga pemompaan air terus dilakukan selama 24 jam penuh setiap harinya guna memastikan keamanan lokasi tersebut.

Sejak resmi berhenti beroperasi dan beralih menjadi lubang pendidikan, Sawah Luwung menjadi rumah bagi mahasiswa dan peserta magang khususnya terkait ilmu pertambangan.

Di dalam terowongan tersebut, mahasiswa pertambangan akan menyaksikan langsung praktik-praktik pertambangan bawah tanah yang telah dilakukan sejak zaman Kolonial Belanda.

Supervisor Keselamatan Tambang Dalam Sawah Luwung, Asmaliardi menunjukkan lokasi eks eksplorasi batubara di dalam lubang tambang pendidikan Sawah Luwung, Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Fandi Yogari (ANTARA/FANDI YOGARI/FANDI YOGARI)

Beragam peralatan pertambangan yang diimpor dari beberapa negara seperti Polandia dan Inggris menjadi bukti sejarah bahwa dahulunya dari perut bumi Kota Sawahlunto, batu bara menjadi primadona yang membawa kesejahteraan dan kejayaan.

Mesin pengebor, lori dengan ukuran bervariasi hingga mesin penarik lori masih berfungsi dengan baik. Ketika menapaki kaki semakin jauh ke ujung lorong yang gelita, sejatinya pengunjung seakan dibawa ke suasana puluhan tahun silam.

Jejeran alat keselamatan lama yang digunakan para pekerja tambang bawah tanah saat melakukan eksplorasi di lubang tambang pendidikan Sawah Luwung, Sawahlunto, Sumatera Barat, Senin (14/9/2026). ANTARA/Fandi Yogari (ANTARA/FANDI YOGARI/FANDI YOGARI)

Dalam terowongan tanpa cahaya inilah mahasiswa pertambangan diajarkan oleh pemandu terkait bagaimana eksplorasi batu bara dilakukan dahulunya.

Sarana pendidikan ini menjadi begitu penting dan vital karena kaya akan sisi historis dan ilmu pengetahuan yang mungkin saja tidak didapatkan di bangku perkuliahan.

Sebagai salah satu lubang pendidikan tambang bawah tanah di Indonesia, Sawah Luwung termasuk yang terlengkap. Tidak hanya alat-alat pertambangan yang sudah modern pada masanya, lubang bekas tambang itu juga mempunyai sistem penyangga yang kokoh.

Seorang pekerja PT Bukit Asam menunjukkan bongkahan batu bara yang masih tersedia di lubang tambang pendidikan Sawah Luwung, Sawahlunto, Sumatera Barat, Senin (14/9/2026). ANTARA/Fandi Yogari (ANTARA/FANDI YOGARI/FANDI YOGARI)

Selain itu, yang terpenting ialah setiap pengunjung bisa melihat langsung batubara lapisan C yang diketahui memiliki kandungan 6.500 hingga 7.000 kilogram kalori (kkal), atau kualitas terbaik di dunia.

Sehingga tidak heran sejak dibuka secara resmi sebagai lubang pendidikan pada Agustus 2017, Sawah Luwung hingga kini sudah didatangi sekitar 1.000 mahasiswa pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk kepentingan pembelajaran.