Elephants

Menyusuri kuliner ramah Muslim di balik gemerlap kasino Makau

October 17, 2026
​Perjalanan ini menegaskan bahwa Makau bukan lagi sekadar pusat hiburan dan kemewahan resor. Lebih dari itu, kota ini terus bertransformasi menjadi destinasi yang makin ramah Muslim melalui penyediaan opsi kuliner halal, transparansi informasi, serta

Makau (ANTARA) - Sebelum berangkat ke Makau, bayangan tentang kota itu nyaris selalu sama: gedung-gedung kasino yang menjulang, hotel mewah, dan gemerlap lampu yang seolah tak pernah padam hingga larut malam.

Namun, pandangan itu perlahan berubah setelah mengikuti perjalanan empat hari dalam trip AirAsia bersama Macao Government Tourism Office (MGTO). Perjalanan tersebut membuka sisi lain Makau yang belum banyak mendapat sorotan, terutama bagi wisatawan Muslim yang ingin menikmati liburan dengan lebih nyaman.

Di balik kemegahan resor terpadu yang menjadi ikon kota, ANTARA, sebagai bagian dari rombongan peserta trip, menemukan wajah Makau yang berbeda dari kesan yang selama ini melekat padanya.

Di sela gemerlap kawasan kasino, sejumlah restoran halal dan toko oleh-oleh dengan produk yang sesuai kebutuhan wisatawan Muslim hadir sebagai pilihan. Keberadaan tempat-tempat tersebut memperkaya pengalaman berwisata sekaligus menunjukkan bahwa Makau menawarkan lebih dari sekadar hiburan malam dan kemewahan.

Wisatawan memadati tangga di depan fasad Reruntuhan Gereja Santo Paulus (Ruins of St. Paul's), salah satu situs Warisan Dunia UNESCO paling populer di Makau, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Harianto

Pengalaman selama empat hari tersebut membuktikan bahwa Makau tidak hanya bertumpu pada sektor hiburan malam. Wilayah administratif khusus ini terus berkembang menjadi destinasi inklusif yang makin ramah bagi wisatawan dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

​Keberadaan fasilitas halal kerap menjadi faktor krusial bagi pelancong Muslim dalam merencanakan perjalanan. Kekhawatiran tersebut terkikis seiring mudahnya menemukan restoran berkonsep ramah Muslim di kawasan-kawasan wisata utama.

MinM Plaza, buah tangan ramah Muslim

​Penjelajahan di kawasan Reruntuhan St. Paul’s pada hari kedua menjadi salah satu agenda utama rombongan. Namun, pesona jejak sejarah di pusat kota tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari penjelajahan ragam pengalaman menarik lainnya.

Reruntuhan St. Paul’s atau Ruins of St. Paul's merupakan lanskap ikonik paling tersohor di Makau. Sisa-sisa fasad bangunan gereja abad ke-17 ini tak hanya menjadi destinasi wajib para pelancong, tetapi juga monumen bersejarah yang merekam titik temu kebudayaan Barat dan Timur.

​Di sekitar situs bersejarah ini, terhampar jalan-jalan kecil bertabur toko suvenir, kedai kuliner, dan deretan bangunan beraksen kolonial yang ramah bagi para pejalan kaki.

Sejumlah pengunjung berada di MinM Plaza salah satu toko oleh-oleh yang menjual produk halal di Rua de São Domingos Nomor 1, Makau, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Harianto

Di tengah lalu lalang wisatawan yang memadati kawasan bersejarah Makau, rombongan kembali menemukan hal menarik tak jauh dari lokasi ikon wisata tersebut.

​Tepat di Rua de São Domingos Nomor 1 yang berdampingan dengan St. Dominic's Church dan dapat dijangkau hanya dengan beberapa menit berjalan kaki dari Senado Square, terdapat MinM Plaza.

​Sekilas, fasad toko ini tak berbeda dengan pusat suvenir lainnya. Namun di area interior, pengelola menyediakan sudut khusus yang memudahkan wisatawan Muslim berbelanja.

​Berbagai kudapan tersusun rapi di meja terpisah dengan penanda label "Halal" yang mencolok. Keberadaan penanda ini memudahkan pengunjung dalam mengidentifikasi produk yang aman dikonsumsi.

​Deretan camilan populer khas Makau pun tersedia di sini, seperti egg rolls, almond cookies, hingga Lisbon blossom cookies yang menjadi buruan utama wisatawan sebagai oleh-oleh.

Screenshot

Keberadaan sudut khusus tersebut memberikan efisiensi dan kenyamanan bagi wisatawan Muslim dalam berbelanja, tanpa harus memeriksa seluruh deretan produk secara manual.

​Meski demikian, pengunjung tetap diimbau untuk lebih teliti. Status halal hanya berlaku untuk produk-produk tertentu yang ditempatkan di area khusus tersebut, bukan untuk seluruh barang di toko.

​Oleh karena itu, memeriksa daftar bahan, sertifikasi, serta label kemasan secara saksama sebelum bertransaksi tetap menjadi langkah antisipatif yang dianjurkan bagi wisatawan Muslim.

Baca juga: Mengulik egg tart Lord Stow's, oleh-oleh tanpa lemak babi di Makau

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.