Pengalaman berbeda diceritakan Ulung saat bersama istri dan anaknya berjalan-jalan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Saat itu, Ulung hendak mencari tempat parkir. Karena kondisi cukup ramai, dia mengaku kesulitan menemukan lokasi yang kosong.
"Bulan Juni kejadiannya. Pas gue lagi cari parkir kan itu muter ke atas ke gedung parkir, nah memang penuh posisinya. Gue sempet naik turun intinya dan sampai di lantai gw nemu ada parkiran kosong," kata Ulung.
"Tapi kalau lo tahu di Blok M kan ada sisi kanan yang buntu buat parkir, gue ngelihat dari bawahnya kosong jadi gue belokin. Dilalahnya pas gue belok ada anak muda umur 20-an mungkin sudah berdiri di situ," sambungnya.
Ulung sempat tidak memedulikan orang tersebut dan tetap memundurkan mobil untuk parkir. Namun, pemuda itu kemudian mengetuk jendela mobil dan mengatakan bahwa tempat tersebut sudah diklaim.
Ulung akhirnya memilih mengalah karena tidak ingin terjadi keributan di depan anaknya.
"Gue enggak peduli, gue mundurin aja. Eh diketok bilang sudah ada yang parkir. Ya intinya gue ribut kayak di video, cuma di sini posisinya gue malas karena bawa anak gue dua, kan kalau ribut enggak bagus. Akhirnya gue ngalah aja," ucapnya.
Ulung menceritakan saat itu memang ada petugas parkir. Namun dia menyayangkan petugas tersebut tidak menjadi penengah dan justru membiarkan praktik tag parkir.
"Cuma yang gue point out adalah kenapa petugas parkir yang ada di situ enggak bisa nengahin. Gue ngalah juga karena enggak kondusif aja, gue enggak tahu kenapa dia enggak nengahin, bisa jadi ada kongkalikong kali ya, tapi enggak tahu karena enggak terbukti juga," tutup Ulung.
Sempat Jadi Tag Parkir
Cerita berbeda datang dari Anggun. Dia justru mengaku pernah menjadi orang yang melakukan tag parkir.
Kejadian itu berlangsung sekitar 10 tahun lalu ketika Anggun masih duduk di bangku SMA. Saat itu, dia bersama ibunya hendak berbelanja kebutuhan rumah tangga di sebuah mal di Batam.
"Jadi itu kejadian saya SMA. Di sebuah mal di Batam, pas akhir pekan kalau tidak salah. Ya biasalah ibu dan anak ini ingin berbelanja kebutuhan rumah tangga, tapi ternyata mal lagi ramai banget, parkiran penuh," kata Anggun.
Setelah berkeliling dan tidak menemukan tempat kosong, Anggun melihat sebuah lokasi parkir yang tersedia. Ibunya kemudian meminta Anggun turun dari mobil dan berdiri di tempat tersebut agar tidak ditempati kendaraan lain.
"Sudah keliling-keliling, enggak nemu-nemu spot kosong, terus pas lewat, ada tuh spot kosong. Nah, ibunda nyuruh saya keluar mobil, berdiri di spot yang kosong, istilah sekarang mah nge-tag tempat. Tujuannya agar tidak ditempati mobil lain," sambungnya.
Anggun mengaku saat itu melakukan hal tersebut karena mengikuti permintaan ibunya. Dia juga menyadari bahwa praktik tersebut tidak tepat.
"Motivasi saya melakukan itu dulu, murni supaya tidak jadi anak durhaka, serta kurangnya edukasi dan kepekaan sosial. Tapi dulu, di Batam hal itu cukup umum dilakukan, sekarang mungkin sudah enggak pernah," kata dia.
"Sekarang saya sudah tobat, sudah sadar kalau itu salah. Semoga bisa menjadi pembelajaran bersama," tutup Anggun.