Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:29 WIB
VIVA – Menteri Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi bersama KepalaBadan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasantimemberikan apresiasi terhadap praktik pemberdayaanperempuan yang dilakukan melalui program PNM Mekaar saatmengunjungi salah satu nasabah binaan PNM Mekaar di Bandung.
Baca Juga
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untukmelihat secara langsung bagaimana perempuan prasejahteramampu membangun usaha yang tidak hanya meningkatkankesejahteraan keluarga, tetapi juga memberikan manfaat bagilingkungan dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA dan Kepala BPS mengunjungi usaha milik Ibu Ema, nasabah PNM Mekaar yang berhasil mengembangkan model usaha berbasis ekonomisirkular. Berawal dari pemanfaatan sampah organik dananorganik, Ema membangun ekosistem usaha yang salingterintegrasi, mulai dari budidaya maggot sebagai pengolahlimbah, yang kemudian dimanfaatkan untuk pakan lele danayam sehingga menciptakan rantai usaha yang berkelanjutan.
Baca Juga
Menteri PPPA mengapresiasi inovasi yang dilakukannya sebagaicontoh nyata bahwa perempuan memiliki kemampuan besaruntuk menjadi agen perubahan, baik bagi keluarganya maupunlingkungan sekitar.
"Ibu-ibu bisa mencontoh usaha seperti Ibu Ema ini, karenamemanfaatkan sampah di lingkungan sekitar, mulai dari organikdan anorganik, kemudian mengolahnya menjadi sebuahekosistem. Ini merupakan salah satu upaya untukmenyelamatkan lingkungan kita sekaligus memberikan nilaiekonomi bagi keluarga," ujar Ariefah.
Baca Juga
Menurutnya, kisah Ema menunjukkan bahwa pemberdayaanperempuan tidak hanya menghasilkan peningkatan pendapatan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak sosial dan lingkungan secara bersamaan.
Senada dengan itu, Kepala BPS menilai usaha yang dikembangkan Ema merupakan contoh pemberdayaan ekonomiyang memiliki rantai nilai lengkap dari hulu hingga hilir.
"Ini merupakan contoh usaha yang luar biasa, yang merupakanusaha dari hulu sampai hilir, dari mulai maggot sampai lele danayam," ujarnya.
Ia berharap semakin banyak praktik baik serupa yang dapatberkembang di berbagai daerah sebagai gambaran nyataketangguhan perempuan Indonesia dalam membangun ekonomikeluarga sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keberhasilan nasabah PNM Mekaar asal Bandung tersebut tidakterlepas dari proses pendampingan yang dijalankan oleh PNM. Selain memperoleh akses pembiayaan, para nasabah secara rutinmengikuti Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), pelatihanusaha, serta penguatan kapasitas untuk mengembangkanusahanya secara mandiri.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwakeberhasilan para nasabah lahir dari semangat belajar yang terusdipupuk melalui proses pendampingan yang berkelanjutan.
Halaman Selanjutnya
"Semoga ibu-ibu bisa lebih rajin mengikuti pertemuan kelompokdan seluruh pendampingan dari PNM, supaya usahanya makinbesar," ujarnya.