Lamongan (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy menyatakan integrasi sektor pertanian dan industri menjadi kekuatan utama Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Pantai Utara (Pantura).
"Lamongan memiliki kekuatan di sektor pertanian yang dapat diintegrasikan dengan industri sehingga menciptakan nilai tambah," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Jawa Timur, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat meninjau kawasan industri Pantura di PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS), Kecamatan Paciran, Kabupaten
Ia menjelaskan, Lamongan memiliki fondasi yang kuat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru karena didukung sektor pertanian yang besar serta potensi pengembangan industri yang masih luas.
Rachmat juga mengapresiasi keberadaan PT LIS yang memiliki fasilitas pelabuhan berstandar internasional.
Ia menilai pengembangan pelabuhan perlu diiringi peningkatan konektivitas infrastruktur jalan untuk memperkuat investasi, memperlancar sistem logistik, serta mendorong percepatan pengembangan kawasan industri Pantura.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan struktur perekonomian daerahnya ditopang sektor pertanian yang berkontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), disusul sektor industri pengolahan sekitar 12 persen.
Ia menjelaskan Kabupaten Lamongan telah menetapkan kawasan peruntukan industri seluas 7.419 hektare, dengan sekitar 6.128 hektare lahan yang masih tersedia untuk pengembangan investasi baru.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengusulkan sejumlah proyek strategis kepada pemerintah pusat, antara lain pelebaran Jalan Daendels yang menghubungkan Manyar di Kabupaten Gresik hingga perbatasan Kabupaten Tuban, percepatan pembangunan Jalan Tol Gresik-Tuban, serta pengembangan sistem penyediaan air bersih untuk mendukung kebutuhan industri dan investasi.
Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.