Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat mengajak para pelaku bisnis Indonesia untuk terlibat dalam biodiversity credit atau kredit biodiversitas dalam upaya menggeser paradigma ke kegiatan ekonomi yang mendukung upaya pelestarian lingkungan.
"Jadi paradigma membangun dan merusak lingkungan itu sebetulnya kita geser pelan-pelan. Sekarang ini contoh yang nyata. Membangun ekonomi, pertumbuhan ekonomi bisa juga melalui pelestarian lingkungan hidup," kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat dalam Indonesia Biodiversity Business Forum di Jakarta, Kamis.
Menteri LH menjelaskan penggeseran paradigma itu tidak hanya terlihat dari melesatnya perdagangan karbon, tapi juga perkembangan kredit keanekaragaman hayati atau biodiversitas, sebuah instrumen mendorong terjadi perlindungan spesies, pemulihan ekosistem, peningkatan kualitas habitat, serta memperluas partisipasi berbagai pihak dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.
Kredit biodiversitas dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah dalam upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan spesies dengan sejumlah pendekatan, termasuk skema kompensasi, offset, hingga kontribusi sukarela.
Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Menteri LH memberikan contoh korporasi memiliki produk kosmetik dan farmasi yang berbahan asal dari hutan Indonesia, kemudian dapat berkolaborasi dengan pihak terkait untuk kredit biodiversitas yang akan digunakan untuk menjaga kelestarian hutan tersebut.
Untuk itu Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kemudian mengundang dunia usaha untuk mendalami isu tersebut dalam acara hari ini. Tidak hanya mengembangkan perdagangan karbon, tapi juga melirik kredit biodiversitas tersebut.
"Karena saya ingin, kalau bisa orang Indonesia dulu yang menguasai, katakanlah permainan dalam bisnis, dalam urusan lingkungan ini. Bukan berarti kita menutup, kita tetap membuka diri kepada siapapun di dunia internasional, tapi jangan sampai kita ketinggalan," tutur Menteri LH Jumhur Hidayat.
Indonesia saat ini tengah mengembangkan biodiversity credit, dengan pemerintah bersama para pemangku kepentingan nasional dan internasional membahas arah kebijakan, metodologi, dan tata kelola, yang diperlukan untuk membangun skema kredit biodiversitasyang kredibel, berintegritas tinggi, dan memberikan manfaat nyata bagi alam maupun masyarakat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri LH ajak dunia bisnis terlibat kembangkan kredit biodiversitas
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.