Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah melakukan gerakan cepat tanggap darurat pascabencana gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu.
Mensesneg menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu menyampaikan Presiden Prabowo Subianto sudah menerima laporan dan perkembangan terbaru setelah gempa bumi terjadi di Kabupaten Nagekeo, NTT pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB.
"Kita semua, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait, termasuk TNI dan Polri, melakukan langkah-langkah mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat, tanggap darurat cepat. Untuk terutama segera mengatasi keadaan di awal-awal kejadian," jelas Prasetyo.
Dia menjelaskan koordinasi sudah dilakukan dengan Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, yang dilaporkan akan segera menuju ke wilayah terdampak pada hari ini, dan Kepala Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii.
Selain itu, koordinasi juga berlangsung dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena demi memastikan penanganan pascagempa dapat berjalan dengan cepat dan tepat, mengatasi berbagai potensi yang terjadi.
Dia menyebut pemerintah pusat siap mengerahkan bantuan jika memang diperlukan bantuan khusus.
Sejauh ini, pemeriksaan kerusakan di lapangan sedang berlangsung disertai upaya penanganan korban luka maupun meninggal dunia di wilayah Kabupaten Nagekeo dan sejumlah kabupaten lain yang terdampak.
"Yang paling penting adalah segera mitigasi penyelamatan. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan," tuturnya.
Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tektonik itu terjadi di kedalaman 15 kilometer berpusat di laut pada jarak 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada Sabtu pukul 04.58 WIB.
Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, hingga menyebar ke Bima (NTB) dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, serta Maros.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu pagi ini, dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dua korban jiwa tersebut dilaporkan berada di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Maria Cicilia Galuh Prayu
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.