Bagikan:
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendesak Bulgaria untuk mempertimbangkan kembali keputusannya mengizinkan penempatan sementara pesawat militer AS di Pangkalan Udara Bezmer, lapor media Pemerintah Iran pada Hari Kamis.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Bulgaria, Velislava Petrova-Chamova, Menlu Araghchi mengatakan persetujuan Sofia atas permintaan AS untuk menempatkan pesawat militer di pangkalan tersebut guna mendukung operasi militer sama dengan memfasilitasi agresi terhadap Iran, menambahkan langkah tersebut tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hubungan persahabatan tradisional antara kedua negara, seperti melansir Al Arabiya dari Reuters (31/7).
Parlemen Bulgaria pekan lalu menyetujui penempatan sementara hingga delapan pesawat tanker KC-135 AS dan hingga 250 personel di pangkalan udara Bezmer meskipun ada keberatan dari Iran.
Sofia mengatakan tidak akan ada senjata ofensif yang dikerahkan dan langkah tersebut tidak menjadikan Bulgaria sebagai pihak dalam operasi militer.
Negeri Para Mullah telah berulang kali memperingatkan negara-negara yang mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk operasi militer AS terhadap Iran bahwa mereka dapat "menghadapi konsekuensi."
Dalam percakapan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos, Menlu Araghchi menekankan pentingnya mencegah pangkalan militer asing di Siprus digunakan untuk melawan Iran.
BACA JUGA:
Siprus sendiri menjadi tuan rumah dua pangkalan militer berdaulat Inggris, termasuk RAF Akrotiri, yang dihantam oleh drone Iran pada awal Maret, beberapa hari setelah Israel dan AS memulai serangan terhadap Iran.
Diketahui, Inggris sejak awal perang menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan miliknya guna melancarkan serangan defensif terhadap rudal Iran di depot penyimpanan atau peluncur.
Pengaturan ini dipertahankan oleh Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, pada bulan Juli, yang mendorong Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk memperingatkan Inggris agar tidak memfasilitasi operasi militer AS terhadap Iran.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+