Didirikan pada 2020 oleh Juniarto, Bipang Ambawang berawal dari keinginan menghadirkan kembali cita rasa khas kampung halaman di Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Restoran ini mengangkat berbagai hidangan khas Dayak yang sebelumnya belum banyak dikenal di luar Kalimantan.
Founder Bipang Ambawang, Juniarto, mengatakan, sejak awal restorannya tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha kuliner tetapi juga membawa misi mengenalkan kekayaan kuliner Dayak kepada masyarakat Indonesia.
"Sejak awal saya ingin kuliner Dayak tidak hanya dikenal oleh masyarakat Dayak sendiri tetapi juga bisa dinikmati semua kalangan. Kami percaya makanan tradisional memiliki potensi untuk diterima lebih luas tanpa kehilangan identitas budayanya," ujar Juniarto, melalui keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Kuliner Populer di Balikpapan yang Wajib Dikunjungi!
Menurutnya, penerimaan masyarakat terhadap sejumlah menu khas Dayak menunjukkan bahwa kuliner daerah memiliki peluang berkembang di pasar nasional. Salah satu menu yang kini menjadi favorit pelanggan adalah Daukng Manggala Tutuk, hidangan pendamping khas Dayak yang sebelumnya relatif belum dikenal di luar Kalimantan.
Saat ini Bipang Ambawang telah hadir di Ambawang, Pontianak, East Coast Pantai Indah Kapuk, I.D.D Pantai Indah Kapuk 2, Hampton Square Gading Serpong, serta akan segera membuka outlet di Green Lake City.
Selain memperluas jaringan restoran, Bipang Ambawang juga mengangkat unsur budaya Dayak melalui konsep restorannya. Sejumlah outlet mengusung konsep Heritage dengan nuansa budaya Dayak, sementara outlet lainnya menggunakan konsep Signature yang lebih modern.
Perusahaan juga melibatkan sumber daya manusia dari komunitas Dayak dalam operasional restoran. Saat ini sekitar 70 persen karyawan Bipang Ambawang merupakan putra-putri Dayak yang mendapatkan pelatihan mengenai pelayanan, kebersihan, dan standar operasional restoran.
Menurut Juniarto, langkah tersebut dilakukan agar pengenalan budaya Dayak tidak hanya melalui makanan tetapi juga melalui kualitas pelayanan.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Blueprint Bawa Kuliner Lokal ke Mancanegara
"Kami ingin masyarakat mengenal budaya Dayak bukan hanya dari kulinernya, tetapi juga melalui keramahan dan profesionalisme orang-orang yang bekerja di dalamnya," ujarnya.
Memasuki tahun keenam, Bipang Ambawang berharap semakin banyak pelaku industri kuliner yang turut memperkenalkan masakan khas Dayak kepada masyarakat Indonesia.
"Harapan kami sederhana, semakin banyak kuliner Dayak hadir di berbagai kota sehingga masyarakat semakin mudah mengenal kekayaan budaya Kalimantan Barat. Kami juga menggunakan bahasa Dayak dalam penamaan berbagai menu sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan bahasa daerah," jelas Juniarto.