Kalau bandara juga begitu, sisi runway-nya maupun taxiway-nya masih bagus
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah terus meninjau dan mempercepat penanganan pelabuhan laut dan bandar udara (bandara) yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menhub saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, mengatakan fasilitas-fasilitas baik di pelabuhan laut maupun bandara masih bisa diperbaiki dan dipergunakan.
“Kalau di NTT Alhamdulillah fasilitas khususnya dermaga maupun bandara, pelabuhan sisi lautnya atau dermaga tidak berdampak banyak. Sisi daratnya terminal itu ada kurang lebih dua kalau saya tidak salah yang terminalnya terdampak. Selebihnya hanya minor kerusakannya,” jelas Dudy.
“Kalau bandara juga begitu, sisi runway-nya maupun taxiway-nya masih bagus. Kemudian sisi terminalnya ada beberapa kerusakan tapi fungsi bandara masih bisa melayani penerbangan. Jadi semua bandara masih bisa melayani penerbangan,” ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memeriksa fasilitas bandar udara dan navigasi penerbangan yang terdampak gempa di NTT untuk memastikan keselamatan penerbangan dan kelancaran operasional.
Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah mitigasi melalui pemantauan menyeluruh terhadap fasilitas personel dan operasional penerbangan di wilayah terdampak.
Kemenhub menyebutkan saat ini, terdapat lima bandar udara yang dilaporkan terdampak, meliputi Bandar Udara Komodo-Labuan Bajo; Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman-Ende; Bandar Udara Umbu Mehang Kunda-Waingapu; Bandar Udara Frans Sales Lega-Ruteng; dan Bandar Udara Soa-Bajawa.
Sementara, beberapa pelabuhan yang terdampak antara lain, Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, hingga Bandar Udara Komodo.
Gempa bumi pada 15 Agustus lalu mengakibatkan robohnya bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu di Pelabuhan Laurentius Say. Saat kejadian, KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan. Di Pelabuhan Reo, terdapat kerusakan di bagian kantor dan terminal, namun tidak ada korban jiwa.
Gempa bumi juga menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas di Pelabuhan Nangakeo, mulai dari plafon runtuh hingga tembok retak. Akibatnya, layanan perintis dihentikan sementara.
Baca juga: KSOP Tanjung Perak dan Pelindo salurkan bantuan korban gempa NTT
Baca juga: BNPB: Pemulihan listrik 99,9 persen pascagempa di Flores timur dan barat
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.