Elephants

Mengenal Rusal, Raksasa Aluminium Rusia yang Siap Masuk Kalimantan

September 12, 2026

Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan aluminium asal Rusia, United Company Rusal, berencana membangun fasilitas hilirisasi bauksit menjadi alumina di Kalimantan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap penyelesaian perizinan.

“Oh iya, itu dengan Rusal. Dengan Rusal ya. Mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina. Dan itu di daerah Kalimantan. Dan untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final,” kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menurut Bahlil, investasi itu akan dijalankan Rusal melalui kerja sama dengan pengusaha dalam negeri. Namun, pemerintah belum mengungkapkan identitas mitra lokal, nilai investasi, maupun lokasi pasti fasilitas pengolahan tersebut.

“Dan kita memang melakukan kolaborasi dan mereka melakukan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana Rusal berinvestasi besar-besaran di Indonesia. 

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sesi dialog Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Saat itu, Prabowo memaparkan sejumlah kesepakatan yang dicapai dalam kunjungannya ke Rusia.

“Kami juga membuat kemajuan yang sangat jauh di bidang pengolahan, misalnya di sektor pertambangan. Kami bekerja sama dengan salah satu entitas aluminium terbesar, bahkan saya kira yang terbesar di dunia, yaitu Rusal,” kata Prabowo.

“Rusal akan masuk secara besar-besaran ke Indonesia dan mengembangkan kilang bersama dengan kelompok-kelompok usaha Indonesia,” lanjutnya.

Profil Rusal

United Company Rusal merupakan perusahaan aluminium asal Rusia yang memiliki bisnis terintegrasi, mulai dari penambangan bauksit, pemurnian alumina, peleburan aluminium, hingga produksi berbagai produk aluminium bernilai tambah. Rusal juga disebut sebagai produsen aluminium terbesar di luar China dan satu-satunya produsen aluminium primer di Rusia. 

Berdasarkan data perusahaan, Rusal memproduksi 3,918 juta ton aluminium primer pada 2025. Jumlah itu setara sekitar 5,3 persen dari produksi aluminium dunia. Pada tahun yang sama, produksi aluminanya mencapai 6,858 juta ton atau sekitar 4,7 persen dari produksi global.

Baca Juga: Perusahaan Rusia Segera Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan, Bahlil: Izin Hampir Final

Rusal memiliki fasilitas produksi di sejumlah negara, termasuk Rusia, Irlandia, Jamaika, Guinea, China, dan India. Perusahaan ini mengoperasikan rantai produksi yang mencakup tambang bauksit, fasilitas pemurnian alumina, smelter aluminium, serta pabrik pengolahan produk turunan aluminium. 

Rencana investasi di Indonesia bukan kali pertama Rusal menjajaki sektor bauksit dan alumina nasional. Pada 2014, Rusal pernah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Arbaya Energi untuk membangun fasilitas pengolahan alumina di Kalimantan Barat. 

Adapun rencana terbaru yang disampaikan pemerintah masih berupa proyek hilirisasi bauksit-alumina di Kalimantan. Detail nilai investasi, kapasitas produksi, lokasi proyek, serta jadwal konstruksi belum diumumkan. Perizinan proyek disebut hampir memasuki tahap final.