Elephants

Mengenal CH-47, Helikopter Raksasa Jepang Bantu Padamkan Karhutla

August 29, 2026

Daftar Isi

Jakarta -

Jepang akan mengerahkan helikopter raksasa CH-47 untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Helikopter angkut berat berjuluk Chinook ini punya kemampuan yang cocok untuk operasi bencana, termasuk membawa muatan besar dan melakukan water bombing.

Tak tanggung-tanggung, Jepang berencana mengirim tiga helikopter JGSDF CH-47. Ketiganya akan dibawa ke Indonesia menggunakan kapal JS Kunisaki setelah seluruh persiapan selesai.

Lantas, seperti apa kehebatan CH-47 yang bakal diterjunkan membantu memadamkan karhutla di Indonesia?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Helikopter Raksasa dengan Dua Rotor

Mengutip situs resmi Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF), CH-47 Chinook mudah dikenali berkat desainnya yang khas. Helikopter ini menggunakan dua rotor utama berukuran besar yang ditempatkan di bagian depan dan belakang badan pesawat.

Konfigurasi tandem rotor tersebut memungkinkan CH-47 menghasilkan daya angkat besar tanpa memerlukan rotor ekor seperti helikopter konvensional.

CH-47 dikembangkan Boeing di Amerika Serikat. Sementara itu, varian CH-47J dan CH-47JA yang digunakan Jepang diproduksi Kawasaki Heavy Industries berdasarkan lisensi Boeing.

Berdasarkan spesifikasi JGSDF, CH-47JA memiliki panjang keseluruhan 30,18 meter, tinggi 5,69 meter, dan diameter rotor 18,29 meter. Bobot maksimum helikopter ini mencapai 22.680 kg atau sekitar 22,7 ton.

Helikopter ini ditenagai dua mesin turboshaft T55-K-712. CH-47JA memiliki kecepatan jelajah sekitar 260 km/jam dan jangkauan sekitar 1.040 km.

Kabin besarnya dapat membawa tiga awak dan hingga 55 personel, membuat Chinook cocok digunakan untuk mengangkut pasukan, petugas, peralatan maupun bantuan menuju daerah yang sulit dijangkau.

JGSDF CH-47, Helikopter Jepang bantu tangani karhutla. KalimantanJGSDF CH-47, Helikopter Jepang bantu tangani karhutla. Kalimantan Foto: x.com/@ModJapan_en

Bisa Bawa Ribuan Liter Air

Salah satu kemampuan CH-47 yang paling berguna dalam menghadapi kebakaran hutan adalah membawa air dalam jumlah besar.

JGSDF sebelumnya pernah menggunakan CH-47JA dalam latihan pemadaman kebakaran hutan dengan Bambi Bucket berkapasitas 5.000 liter yang digantung di bawah badan helikopter.

Dalam operasi semacam ini, Chinook dapat menurunkan bucket ke sumber air, mengisinya, kemudian terbang menuju lokasi kebakaran untuk menjatuhkan air dari udara.

Kapasitas 5.000 liter setara dengan sekitar lima ton air dalam sekali angkut. Kemampuan membawa beban berat inilah yang menjadi salah satu keunggulan utama Chinook.

Namun perlu dicatat, Jepang belum mengumumkan konfigurasi maupun kapasitas bucket yang akan digunakan tiga CH-47 dalam operasi di Kalimantan.

Selain water bombing, Chinook dapat dimanfaatkan untuk membawa personel dan perlengkapan pemadam ke daerah terpencil. Kemampuan ini penting dalam penanganan karhutla karena sebagian titik api bisa berada jauh dari akses jalan.

Jepang Kirim Tiga CH-47 ke Indonesia

Seperti diberitakan CNN Indonesia, Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan pengerahan helikopter JSDF pada Jumat (28/8/2026).

Bantuan tersebut diberikan atas permintaan pemerintah Indonesia sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional Jepang.

"Dalam menanggapi kerusakan parah akibat kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia, atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan helikopter JSDF sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional," tulis Kementerian Pertahanan Jepang melalui akun X resminya.

Jepang menyebut JS Kunisaki akan membawa tiga helikopter JGSDF CH-47 menuju Indonesia setelah seluruh persiapan rampung.

Belum dijelaskan di mana ketiga helikopter tersebut akan ditempatkan maupun kapan tepatnya armada mulai melakukan operasi pemadaman di Kalimantan.

Pengumuman bantuan Jepang muncul setelah Indonesia, Jepang, dan Australia mengadakan pertemuan trilateral tingkat menteri pertahanan pada 26 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, ketiga negara membahas situasi keamanan Indo-Pasifik serta penguatan kerja sama pertahanan. Namun Jepang secara khusus menyebut pengerahan CH-47 untuk menangani karhutla dilakukan sebagai respons atas permintaan pemerintah Indonesia.

(afr/afr)


TAGS

LIHAT LAINNYA