Elephants

Mengapa Sidik Jari Setiap Orang Berbeda? Ini Penjelasan Ilmiahnya

July 14, 2026

Bagikan:

YOGYAKARTA - Sidik jari bisa dibilang merupakan identitas paling personal yang dimiliki manusia. Setiap orang memilikinya, tetapi tidak ada dua sidik jari yang benar-benar sama. Bahkan pada anak kembar identik sekalipun, mereka akan memiliki sidik jari yang berbeda.

Keunikan ini membuat sidik jari digunakan dalam berbagai hal, mulai dari keamanan hingga forensik. Lantas, bagaimana sesuatu yang tampak sederhana seperti garis-garis di ujung jari bisa begitu unik? Berikut penjelasan ilmiahnya.

Mengapa Sidik Jari Setiap Orang Berbeda?

Dilansir dari Ask Dr. Universe, David M. Conley, profesor di Floyd College of Medicine, Washington State University, mengatakan tidak ada satu penyebab tunggal dari keunikan sidik jari setiap orang. Keunikan sidik jari adalah hasil dari gen dan lingkungan atau disebut juga dengan pewarisan multifaktoral.

Ia menjelaskan bahwa gen memainkan peran penting dalam menentukan pola dasar sidik jari, seperti lengkungan (arches) atau pusaran (whorls). Jika orangtua memiliki pola tertentu, ada kemungkinan anaknya mewarisi kecenderungan yang sama. Gen berfungsi seperti instruksi dalam tubuh yang mengatur berbagai karakteristik, seperti warna mata, bentuk hidung, dan lainnya.

Gen juga mengatur bagaimana dan kapan kulit tumbuh. Sebelum lahir, bayi berkembang sebagai janin di dalam rahim, di mana lapisan kulit bagian dalam (dermis) dan luar (epidermis) tumbuh bersama. Pola friction ridges terbentuk di pertemuan kedua lapisan ini, dipandu oleh instruksi genetik. Namun, kedua lapisan kulit tersebut tidak tumbuh dengan kecepatan yang sama. Jika satu lapisan tumbuh lebih cepat, ia bisa meregangkan dan menarik lapisan lainnya.

BACA JUGA:


Selain itu, gerakan janin di dalam rahim juga berperan dalam menciptakan variasi. Saat jari-jari bersentuhan dengan dinding rahim, terjadi tekanan halus yang ikut membentuk pola. Tekanan ini berbeda pada setiap individu, sehingga tidak ada pola yang benar-benar identik. Tidak heran jika kemungkinan dua orang memiliki sidik jari yang sama sangat kecil, sekitar satu banding 64 miliar.

Menariknya, manusia bukan satu-satunya makhluk yang memiliki sidik jari unik. Hewan seperti koala dan simpanse juga memiliki pola friction ridges yang berbeda satu sama lain. Mereka juga menghabiskan banyak waktu memanjat pohon, sama seperti nenek moyang manusia jutaan tahun yang lalu. Pola ini kemungkinan membantu mereka mencengkeram permukaan yang kasar atau licin.

Demikian pembahasan alasan mengapa sidik jari setiap orang berbeda. Jadi bisa disimpulkan, keunikan sidik jari adalah kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan. Tidak ada satu penyebab tunggal yang menentukan bentuk polanya. Setiap garis yang terbentuk adalah hasil dari proses panjang sejak janin berkembang di dalam rahim.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+