Elephants

Menengok Ragam Prospek Dividen Bank Anggota Himbara

September 4, 2026

ILUSTRASI. Saham bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dinilai tetap menarik untuk dicermati (KONTAN/Baihaki)

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Daya tarik sejumlah emiten perbankan milik negara mulai turun seiring lesunya pembagian dividen. Kendati begitu, saham bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dinilai tetap menarik untuk dicermati. 

Dalam riset MNC Sekuritas tertanggal 1 September 2026, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diketahui bakal menurunkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) ke kisaran 70% untuk tahun buku 2026. 

Riset tersebut juga menyebutkan, posisi DPR untuk jangka panjang bakal ditetapkan di rentang 50%–60%. Sebagai perbandingan, DPR bank untuk tahun buku 2025 mencapai 92%. 

Head of Research KISI Muhammad Wafi menilai, pada dasarnya penyusutan DPR BBRI dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya tekanan margin (net interest margin/NIM) lantaran biaya dana yang naik seiring kenaikan suku bunga. Yang mana, tekanan tersebut membuat kemampuan perusahaan untuk mendistribusi pendapatan jadi lebih terbatas. 

Baca Juga: AAUI: Premi Asuransi Umum Terkoreksi 1,6% pada Semester I-2026

Di samping itu, ia melihat kondisi kredit UMKM yang terkontraksi dalam beberapa bulan terakhir, yang juga diikuti dengan kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), juga menjadi sebab. Maklum, kredit UMKM merupakan bisnis inti BRI. 

“Bank ini mungkin memprioritaskan capital buffer/provisioning daripada payout yang agresif. Mereka prudent di manajemen risiko di tengah ketidakpastian makro,” tutur Wafi kepada Kontan, Jumat (4/9/2026). 

Wafi juga menyoroti kredit revolving Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang mengunci likuiditas 100% dari plafon yang diajukan. Menurutnya itu juga membuat bank perlu mempertahankan modal yang lebih kuat. 

Kebutuhan mempertahankan modal yang lebih kuat juga nampak pada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang pada tahun buku 2025 lalu memutuskan tak membagikan dividen sama sekali. “Ada indikasi kekhawatiran soal kecukupan modal atau kualitas laba,” kata Wafi. 

Kendati begitu, secara keseluruhan prospek pembagian dividen di Himbara beragam. Toh, hari ini PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) baru mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp 66 per saham atau setara total Rp 6,16 triliun. 

Wafi melihat ini sebagai cerminan kepercayaan diri BMRI akan kualitas laba dan posisi permodalannya. Jika dibandingkan, BMRI memang memiliki portofolio korporasi yang lebih kuat dengan kualitas aset yang lebih terprediksi. Di sisi lain, BBRI dan BBTN justru memiliki eksposur yang lebih besar terhadap segmen rentan. 

Baca Juga: OJK Kaji Batas Bunga Gadai di Tahun 2026, Ini Tarif yang Berlaku di Budi Gadai

Menurut Analis Kiwoom Sekuritas Kevin Yudha Pratama, pada dasarnya pembagian dividen yang lebih rendah cukup wajar saat pertumbuhan kredit masih tinggi. Pasalnya, bank membutuhkan modal tambahan untuk mendukung ekspansi, yang membuat laba perlu ditahan. 

Dividend yield bisa terlihat kurang menarik, terutama untuk investor yang fokus ke cash return. Tapi kalau laba yang ditahan bisa digunakan untuk ekspansi dan perbaikan operasional, menurut kami ini masih positif untuk fundamental bank dalam jangka panjang,” papar Kevin. 

Kevin sepakat bahwa BMRI menjadi yang paling menarik dengan kombinasi dividen dan fundamental yang masih kuat. Di luar itu menurutnya BBRI juga tetap menarik, utamanya jika perbaikan kualitas aset dan pemulihan mikro bisa berlanjut. Meski memang, pembayaran dividennya ke depan bakal ternormalisasi dibanding level tinggi pada tahun sebelumnya. 

Secara keseluruhan, Kevin bilang saham Himbara masih menarik untuk dicermati. Pilihan utamanya jatuh ke BMRI dengan rekomendasi buy dan target harga di Rp 5.400. KISI juga memberi rekomendasi buy untuk BMRI dengan target harga Rp 5.400, selain itu juga buy untuk BBRI di target harga Rp 3.850 dan BBTN di target harga Rp 1.500. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag