Sekali lagi tujuannya adalah untuk mendorong agar desa lebih berkembang dan kemudian bisa membuka lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi dan juga memberikan keleluasaan supaya desa mandiri secara keuangan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai kepala desa yang kompeten adalah kunci untuk membangun desa yang mandiri dan mengurangi arus urbanisasi.
Mendagri menjabarkan tiga hal penting yang sudah dilakukan pemerintah guna memperkuat pemerintahan desa. Dari sisi regulasi, terdapat Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai payung hukum paradigma pemerataan pembangunan.
Kemudian pembentukan kementerian khusus yang mengurusi desa sebagai bagian dari penguatan kelembagaan. Selain itu penyediaan dana desa sebagai bentuk penguatan anggaran sekaligus mengurangi ketimpangan antara desa dengan kota.
Baca juga: Kemendagri gandeng UI tingkatkan kapasitas kepala desa
"Sekali lagi tujuannya adalah untuk mendorong agar desa lebih berkembang dan kemudian bisa membuka lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi dan juga memberikan keleluasaan supaya desa mandiri secara keuangan," kata Mendagri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan Mendagri saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, Selasa.
Salah satu upaya pemerintah mewujudkan hal itu adalah program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), KDMK mendorong partisipasi kepala desa dalam memajukan wilayahnya sekaligus membendung urbanisasi masyarakat.
"Di kita, 56 persen penduduk tinggal di kota [44 persen tinggal di perdesaan]. Ini kita harus dorong supaya tumbuh desa-desa ini, diperkuat," ujarnya.
Baca juga: Bima Arya tegaskan kepala desa harus terbiasa gunakan data dan inovasi
Melalui program KDMK, para kepala desa akan dibekali kemampuan manajerial hingga teknis tentang administrasi, berpikir inovatif dan kreatif.
Mendagri menambahkan KDMK juga bertujuan untuk menyamakan kemampuan dan kompetensi kepala desa di Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda, tapi memiliki tugas yang sama untuk mengelola desa serta memajukan masyarakatnya.
Adapun pemilihan UI sebagai mitra KDMK lantaran kampus tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Mendagri berharap para kepala desa bisa meningkatkan kompetensi sehingga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat desa.
"Harapan kita dengan kerja sama ini nanti bisa menambah kemampuan kepala desa sehingga pengelolaan desa jadi lebih baik dan memberikan kontribusi untuk pembangunan nasional," tutur Mendagri.
KDMK angkatan kedua diikuti oleh 434 kepala desa dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan 32 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak 13 hingga 16 Juli 2026.
Baca juga: Jamintel: Aplikasi Jaga Desa berhasil tekan kasus hukum kepala desa
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.