Elephants

Mendag ungkap pentingnya RI memiliki perjanjian dagang dengan AS

September 25, 2026

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan pentingnya Indonesia memiliki perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS) mengingat negara tersebut memiliki peluang pasar yang besar.

"Kenapa kita membuat perjanjian dagang dengan Amerika? Jadi surplus terbesar kita itu ke Amerika," ujar Budi di Kota Tangerang, Banten pada Jumat.

Menurut dia, ekspor Indonesia ke AS pada tahun 2025 sebesar 30,96 miliar dolar AS. Adapun lima besar surplus neraca perdagangan tertinggi Indonesia sepanjang tahun 2025 yakni nomor satu adalah AS sebesar 18,11 miliar dolar AS, kemudian India 13,49 miliar dolar AS, Filipina 8,42 miliar dolar AS, Belanda 4,81 miliar dolar AS dan Vietnam 4,47 miliar dolar AS.

"Ini lima besar surplus kita. Jadi kita harus mempunyai perjanjian dagang dengan AS, karena pangsa ekspor kita ke AS itu 11 persen. Jadi 100 persen ekspor ke dunia itu, 11 persen ekspor kita ke AS.Jadi kita harus punya perjanjian dagang," katanya.

Ia mengatakan semakin banyaknya perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia, dapat menjadi daya tarik bagi masuknya investasi.

Menurut dia, keberadaan perjanjian perdagangan dengan berbagai negara, seperti dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa, membuat Indonesia semakin menarik bagi investor dari negara lain yang ingin mendapatkan akses pasar lebih luas.

Budi mengatakan negara-negara yang belum memiliki perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat maupun Uni Eropa akan melihat Indonesia sebagai negara strategis untuk masuk ke negara tujuan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pasar Amerika Serikat masih menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia dengan nilai sekitar 18,11 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.

Ia menegaskan, perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan Indonesia, mengingat besarnya potensi pasar di negara tersebut.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.