Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) pada Januari-Agustus 2026 mencatatkan nilai transaksi sebesar 347 juta dolar AS.
"Sekarang Januari-Agustus itu sudah 347 juta dolar AS. Ini Januari-Agustus. Dan ini kebanyakan, atau 60 persen UMKM ini belum pernah ekspor," ujar Budi di Kota Tangerang, Banten pada Jumat.
Dirinya mengimbau kepada para pelaku usaha muda terutama dari kalangan mahasiswa untuk tidak perlu ragu, karena tidak semua pelaku UMKM yang ikut program UMKM BISA Ekspor tersebut pernah melakukan kegiatan ekspor.
"Yang penting kita harus konsisten," kata Budi.
Sebagai informasi, Program UMKM BISA Ekspor merupakan program Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membantu pelaku usaha memperoleh akses ke pasar luar negeri.
Baca juga: Kemendag catat penjajakan bisnis UMKM capai Rp5 triliun
Baca juga: Mendag: Transaksi UMKM BISA Ekspor semester I capai 251 juta dolar AS
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan pelaku UMKM dapat mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
Perwakilan tersebut kemudian membantu mencari calon pembeli untuk melanjutkan proses penjajakan bisnis.
Sebelumnya pada Juli 2026, Budi menyampaikan optimisme nilai transaksi UMKM BISA Ekspor dapat mencapai kisaran 300 juta dolar AS sepanjang tahun ini.
Fasilitasi ekspor bagi UMKM melalui program tersebut didukung jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara.
Melalui jaringan itu, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai pasar tujuan sekaligus dipertemukan dengan calon pembeli untuk membuka peluang transaksi ekspor.
Budi juga melihat pemanfaatan platform perdagangan elektronik dapat menjadi pintu awal bagi UMKM untuk menjangkau pasar ekspor, termasuk melalui transaksi ritel dengan konsumen di negara lain.
Ia menyebut transaksi yang pada awalnya dilakukan dalam jumlah satuan berpeluang berkembang menjadi transaksi antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B) apabila produk yang dibeli menarik minat importir.
Baca juga: Mendag optimistis transaksi UMKM Bisa Ekspor tembus Rp5,43 triliun
Baca juga: Kemendag genjot kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.