Mendag: Lebih dari 60 persen produk dijual ritel modern diisi produk lokal
Rabu, 9 September 2026 15:34 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam pembukaan Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI bersama Meta di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan lebih dari 60 persen produk yang dijual di ritel modern merupakan produk UMKM dan lokal.
Budi menyampaikan peningkatan penetrasi produk lokal tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses pasar bagi pelaku UMKM melalui kemitraan dengan pelaku ritel modern.
"Menurut informasi dari ritel modern, lebih dari 60 persen produk-produk UMKM, produk-produk lokal, itu sudah mengisi di ritel modern," ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu.
Menurut dia, produk UMKM saat ini juga semakin banyak dipasarkan melalui pusat perbelanjaan, department store dan jaringan ritel modern.
Pemerintah terus mendorong perluasan akses pasar tersebut melalui kerja sama dengan asosiasi ritel.
Ia mengatakan Kementerian Perdagangan telah menjalin kemitraan dengan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk memperluas pemasaran produk UMKM.
Budi juga menyebut produk UMKM yang telah diluncurkan akan dipasarkan di jaringan ritel modern, termasuk AEON di BSD, Tangerang.
"Jadi produk UMKM kita sekarang banyak dijual di mal, department store, di ritel modern sudah banyak," katanya.
Budi menjelaskan pemerintah sebelumnya memiliki ketentuan yang mewajibkan ritel modern menjual minimal 30 persen produk UMKM. Namun, ketentuan tersebut mendapat keberatan dari negara lain karena dinilai berpotensi menimbulkan diskriminasi.
Karena itu, pemerintah kemudian mengubah pendekatan tersebut menjadi pola kemitraan antara ritel modern dengan pelaku UMKM. Ia menilai pola kemitraan justru menunjukkan hasil positif terhadap penyerapan produk lokal di ritel modern.
Ia juga menegaskan pemerintah akan terus memperluas akses pasar bagi UMKM karena peningkatan produksi harus diikuti dengan kemampuan menjual produk.
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.