Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu membangun kompetensi dan keterampilan digital yang semakin terintegrasi untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah.
Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan, selain menguasai kompetensi sesuai bidang studinya, lulusan perlu memperkuat keterampilan digital seperti kecerdasan artifisial (AI), komunikasi, serta keterampilan lain yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Core skill saja tidak cukup. Jadi tidak hanya ijazah, tidak hanya sertifikat kompetensi, tetapi sekarang trennya adalah integrated skills. Dunia kerja membutuhkan kompetensi yang terintegrasi, khususnya terintegrasi dengan digital skill dan AI,” ujar Yassierli.
Ia menjelaskan perubahan teknologi dan kebutuhan industri membuat dunia kerja tidak lagi semata-mata mencari lulusan berdasarkan nama program studi, tetapi berdasarkan kombinasi kompetensi yang mampu mereka tawarkan.
Menaker mencontohkan perubahan kebutuhan tersebut melalui munculnya pekerjaan seperti analis data (big data analyst) dan pengembang produk (product developer) yang tidak secara langsung identik dengan nama program studi tertentu.
“Sekarang dicari big data analyst. dicari product developer. Mana ada program studi product developer atau big data analyst? Karena yang diminta itu core skill dan skill yang terintegrasi,” jelasnya.
Menurut Yassierli, perubahan tersebut menunjukkan pentingnya mahasiswa membangun kompetensi secara serius sejak masa perkuliahan, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman dan bukti kompetensi.
“Kalau sekarang mengambil program studi apa, sudah serius di situ. Yakini itu adalah journey yang harus dibangun. Belajar, praktik, magang, mendapatkan sertifikat, dan membangun portofolio,” kata dia.
Oleh karena tu, Menaker menilai mahasiswa perlu mulai merancang rekam jejak kompetensinya sejak awal perkuliahan. Pengalaman belajar, praktik, magang, sertifikasi, dan portofolio yang dibangun selama masa kuliah dapat menjadi bagian dari rekam jejak yang ditawarkan kepada dunia kerja.
“CV itu bukan dibuat, tetapi CV itu dirancang dari kertas kosong. Kita ingin tiga atau empat tahun lagi CV kita isinya apa, itu harus dirancang,” ujarnya.
Menaker Yassierli pun berharap perguruan tinggi terus memperkuat pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai bidang sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menaker: Lulusan perguruan tinggi harus kuasai keterampilan digital
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.