Elephants

Menaker: Kerangka ketenagakerjaan ASEAN berdampak bagi SDM-dunia usaha - ANTARA News Jawa Timur

August 27, 2026

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya menerjemahkan kerangka kerja ketenagakerjaan ASEAN menjadi kebijakan dan kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi pekerja dan dunia usaha.

“ASEAN telah memiliki kerangka kerja yang kuat untuk masa depan dunia kerja. Prioritas kita saat ini adalah mengubah kerangka kerja tersebut menjadi hasil yang dapat dirasakan oleh pekerja dan perusahaan,” kata Menaker dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut Yassierli menjelaskan Indonesia menindaklanjuti “Deklarasi ASEAN tentang Peningkatan Daya Saing, Ketahanan dan Kelincahan Pekerja untuk Masa Depan Dunia Kerja” melalui empat agenda prioritas.

Pertama, menyelaraskan pengembangan keterampilan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja (link and match). Langkah ini dilakukan antara lain melalui penguatan pelatihan vokasi dan Program Magang Nasional (MagangHub) bagi lulusan perguruan tinggi.

“Program-program ini memiliki tujuan yang jelas, yaitu meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang kerja yang lebih baik,” ujarnya.

Kedua, memperkuat ketahanan pekerja dan dunia usaha. Bagi pekerja, pemerintah menyediakan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) berupa manfaat uang tunai, akses pelatihan dan dukungan penempatan kerja bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Sementara bagi dunia usaha, penguatan ketahanan dilakukan melalui peningkatan produktivitas, antara lain melalui pelatihan dan bantuan yang menyasar usaha menengah.

“Tujuannya adalah membantu perusahaan kelas menengah agar mampu beradaptasi, tetap kompetitif dan mempertahankan lapangan kerja,” katanya.

Ketiga, memperluas pasar kerja yang inklusif. Indonesia mengembangkan pusat pelatihan kejuruan dan layanan ketenagakerjaan khusus bagi penyandang disabilitas yang mengintegrasikan pelatihan, layanan ketenagakerjaan, teknologi bantu, serta solusi di tempat kerja.

“Indonesia percaya bahwa pekerjaan membawa martabat, dan martabat itu milik semua orang. Bagi Indonesia, inklusi harus menjadi bagian dari cara kita merancang kebijakan dan layanan pasar kerja,” ujar Menaker.

Keempat, mengembangkan Sistem Informasi Pasar Tenaga Kerja Terintegrasi yang menghubungkan pekerja, pemberi kerja, lembaga pelatihan, layanan ketenagakerjaan, dan kebijakan pemerintah.

“Ke depan, teknologi dan sistem informasi ini harus membantu kita menghadapi perubahan dunia kerja sedini mungkin serta menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang secara lebih efektif,” kata Yassierli.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.