Elephants

Melejit! Konsumsi Harian BBM Pertalite Tembus 84.368 KL di Agustus

August 27, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat adanya peningkatan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi yakni RON 90 atau Pertalite. Hal ini terjadi imbas adanya kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan kenaikan konsumsi Pertalite terlihat setelah terjadi peningkatan harga BBM nonsubsidi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

"Grafik atas ini menunjukkan adanya pergerakan harga BBM khususnya RON 90 ini pertalite, ini konsumsinya cukup lumayan naik pasca adanya kenaikan harga BBM non-subsidi, baik itu Pertamax maupun Pertamax turbo," ujar Wahyudi dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan bahan paparannya, rata-rata konsumsi harian Pertalite mencapai 82.760 KL pada Juni 2026. Jumlah tersebut melonjak 6.965 KL atau 9,19% dibanding rata-rata konsumsi harian Pertalite pada hari normal yang mencapai 75.795 KL.

Kemudian, pada Juli 2026 konsumsi rata-rata harian Pertalite mencapai 85.589 KL. Angka tersebut melonjak 9,794 KL atau 12,92% dibanding rata-rata konsumsi harian pada hari normal 75.795 KL.

Lalu pada Agustus 2026 rata-rata konsumsi harian Pertalite mencapai 84.368 KL. Angka tersebut naik 8.573 KL atau 11,31% dibanding rata-rata konsumsi Pertalite pada hari normal atau sebelum harga Pertamax naik.

"Sementara pada bulan periode Agustus hingga saat ini agak sedikit menurun karena harga (Pertamax) juga ada terkoreksi semula 16.250 menjadi 15.950 mengalami penurunan sehingga konsumsinya untuk pertamax juga turun," katanya.

Menurut dia, salah satu faktor yang mendorong peningkatan konsumsi Pertalite adalah semakin lebarnya disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Meski harga sejumlah BBM nonsubsidi mengalami penurunan pada akhir Agustus, selisih harganya masih cukup tinggi.

"Faktor yang menyebabkan peningkatan adalah pertama pastinya ini disparitas harga semakin lebar, walaupun di akhir bulan Agustus ini harga untuk kategori pertamax, seperti pertamax dex termasuk untuk dex series itu terjadi penurunan, namun disparitas harganya ini masih cukup lebar, cukup tinggi, dan masyarakat banyak melakukan shifting penggunanya kepada BBM subsidi dan kompensasi negara," kata dia.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]