Elephants

Megawati: Kudatuli Simbol Ketidakadilan

July 21, 2026

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak seluruh pihak menjadikan Peristiwa Kudatuli sebagai pelajaran agar praktik kekerasan dan penyalahgunaan kekuasaan tidak kembali terjadi. Menurutnya, demokrasi harus dijalankan dengan menjunjung kemanusiaan, keadilan, dan kebebasan menyampaikan pendapat.

Hasto mengatakan seluruh rangkaian peristiwa penyerbuan Kantor PDI pada 27 Juli 1996 ditampilkan dalam pameran sejarah sebagai pengingat atas tragedi kemanusiaan dan demokrasi yang pernah terjadi.

Hasto mengatakan Megawati Soekarnoputri berpesan agar watak kekuasaan yang otoriter dan menindas rakyat tak boleh dibiarkan tumbuh kembali.

“Peristiwa tragedi Kudatuli tersebut mengajarkan bahwa watak kekuasaan yang otoriter yang menindas rakyatnya sendiri tidak boleh dibiarkan. Karena itulah demokrasi harus hidup dengan terang kemanusiaan, memperjuangkan kebenaran, keadilan,” ujar Hasto.

Dia menegaskan demokrasi membutuhkan pers yang bebas, masyarakat sipil yang kuat, pendidikan politik yang sehat, serta penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih.

Hasto juga mengingatkan agar praktik politik yang dipenuhi fitnah dan serangan terhadap pribadi tidak lagi mewarnai kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik seharusnya diarahkan pada kebijakan, bukan menyerang individu.

“Ibu Mega juga mengingatkan bagaimana politik yang sering bising karena berbagai upaya untuk mendeskreditkan, termasuk dari aspek-aspek pribadi, harus dijauhkan dan politik tidak boleh dengan fitnah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hasto menyinggung situasi setelah Peristiwa Kudatuli yang dinilai diwarnai praktik politik kambing hitam dengan tudingan subversi dan makar terhadap kelompok-kelompok kritis.

Karena itu, PDI Perjuangan akan terus mendorong budaya politik yang membangun peradaban dan membuka ruang kritik terhadap kebijakan pemerintah tanpa menjatuhkan kehormatan pribadi. Dia mengajak seluruh elemen bangsa belajar dari peristiwa tersebut agar kekerasan oleh penguasa terhadap rakyat tidak kembali terulang.

“Kita berharap semua pihak belajar agar tidak boleh terjadi kekerasan atas nama apa pun oleh kekuasaan terhadap rakyatnya,” tandas Hasto.