Jakarta (ANTARA) - Pertanyaan apakah matcha lebih sehat daripada kopi tidak bisa dijawab dengan sederhana "ya" atau "tidak", karena keduanya menawarkan nutrisi dan manfaat medis yang berbeda.
Namun, bagi kelompok atau kondisi tubuh tertentu, matcha sering kali dianggap lebih ramah dan unggul dalam hal efisiensi energi serta toleransi pencernaan.
Perbandingan medis: matcha vs kopi
1. Pola pelepasan energi dan fungsi otak
- Kopi: Mengandung kafein lebih tinggi (sekitar 90–100 mg per cangkir) yang diserap dengan sangat cepat. Hal ini memberikan efek "tendangan" energi instan, tetapi sering memicu caffeine crash (rasa lelah mendadak beberapa jam kemudian) serta efek samping seperti jantung berdebar atau gelisah (jitters).
- Matcha: Mengandung kafein lebih rendah (sekitar 30–70 mg) yang dipadukan dengan asam amino unik bernama L-theanine. L-theanine memperlambat penyerapan kafein dan merangsang gelombang alfa di otak, menciptakan kondisi fokus yang tenang (calm alertness) tanpa memicu rasa cemas.
Baca juga: Matcha vs green tea, apa bedanya? Ini penjelasan lengkapnya
2. Profil antioksidan
- Kopi: Kaya akan chlorogenic acid (asam klorogenat) yang terbukti membantu mengontrol gula darah, mendukung kesehatan metabolisme, serta menurunkan risiko penyakit jantung.
- Matcha: Mengandung antioksidan jenis katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG). Karena matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk daun utuh, konsentrasi antioksidannya sangat tinggi untuk melawan stres oksidatif, meredakan peradangan, dan menjaga kesehatan sel tubuh.
3. Ramah terhadap lambung dan gigi
- Kopi: Memiliki tingkat keasaman (pH) yang cukup tinggi yang dapat merangsang asam lambung, sehingga sering memicu rasa mual atau gejala GERD bagi pemilik lambung sensitif. Kopi juga cenderung meninggalkan noda (stain) pada enamel gigi.
- Matcha: Bersifat lebih netral pada saluran pencernaan dan mengandung zat antibakteri alami yang mendukung kesehatan mulut serta mengurangi risiko plak gigi.
Kesimpulan
- Pilih Matcha jika: Anda sensitif terhadap kafein, memiliki riwayat penyakit asam lambung/maag, sering merasa cemas akibat kopi, atau membutuhkan fokus dan energi yang stabil dalam durasi panjang.
- Pilih Kopi jika: Anda membutuhkan lonjakan energi cepat sebelum berolahraga, tidak memiliki masalah pencernaan, dan ingin meningkatkan metabolisme tubuh secara instan.
Kedua minuman ini sangat sehat apabila dikonsumsi tanpa penambahan gula, krimer berlebih, atau sirup perasa buatan, demikian mengutip Halodoc dan beberapa sumber lain.
Baca juga: Bolehkah ibu menyusui minum matcha? Ini batas aman kafeinnya
Baca juga: Waktu terbaik minum teh hijau untuk meningkatkan fokus
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.