Elephants

Masih Takut Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak? Hasil Studi Ini Bisa Jadi Referensi

July 22, 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:00 WIB

Stockholm, VIVA – Salah satu alasan yang masih membuat sebagian orang ragu beralih ke mobil listrik adalah kekhawatiran terhadap umur baterai. Banyak yang menganggap kapasitas baterai akan turun drastis setelah kendaraan digunakan dalam beberapa tahun.

Baca Juga

Namun, sebuah studi terbaru di Swedia menunjukkan hasil yang berbeda. Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa baterai mobil listrik modern mampu mempertahankan sebagian besar kapasitasnya meski kendaraan telah menempuh jarak hingga 100 ribu kilometer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Studi yang dilakukan oleh platform Carla, dilihat VIVA Otomotif Rabu 22 Juli 2026 menganalisis 9.954 hasil pengujian kesehatan baterai mobil listrik yang dijual di Swedia sepanjang 2022 hingga 2026. Pengujian menggunakan perangkat diagnostik khusus yang mengukur kondisi baterai secara langsung, bukan berdasarkan estimasi yang ditampilkan kendaraan.

Baca Juga

Hasilnya, seluruh mobil yang masuk dalam daftar masih memiliki kesehatan baterai di atas 90 persen setelah digunakan sejauh 100 ribu kilometer. Temuan ini menunjukkan bahwa degradasi baterai tidak sebesar yang selama ini dikhawatirkan banyak calon pengguna kendaraan listrik.

Posisi teratas ditempati Kia e-Niro dengan baterai berkapasitas 64 kWh. Setelah menempuh 100 ribu kilometer, mobil tersebut masih mempertahankan 97,25 persen kapasitas baterainya.

Baca Juga

Di posisi kedua terdapat Hyundai Kona Electric dengan baterai 64 kWh yang mencatat kesehatan baterai sebesar 97,18 persen. Sementara urutan ketiga ditempati Kia EV6 yang masih menyisakan 95,95 persen kapasitas baterai setelah penggunaan dengan jarak yang sama.

Beberapa model lain yang juga mencatat hasil baik antara lain Volvo XC40 Recharge dengan kesehatan baterai 94,70 persen, Polestar 2 sebesar 94,35 persen, serta BMW i3 yang masih mempertahankan 93,77 persen kapasitas awalnya.

Menariknya, Tesla yang selama ini dikenal sebagai salah satu pelopor mobil listrik tidak berada di posisi teratas. Tesla Model 3 dengan baterai LFP buatan CATL mencatat kesehatan baterai sebesar 93,34 persen, sementara versi baterai NMC dari LG Chem sedikit lebih rendah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa sejumlah model lain seperti Audi e-tron, Volkswagen ID.4, Skoda Enyaq iV, Tesla Model S, hingga Tesla Model X masih memiliki kapasitas baterai lebih dari 92 persen setelah menempuh 100 ribu kilometer.

Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi baterai mobil listrik terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Selain peningkatan kepadatan energi, produsen juga berhasil memperbaiki sistem manajemen baterai dan pendinginan sehingga degradasi kapasitas dapat ditekan.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, kondisi baterai tetap dipengaruhi berbagai faktor, seperti kebiasaan pengisian daya, suhu lingkungan, gaya berkendara, hingga frekuensi penggunaan pengisian cepat (fast charging). Karena itu, performa baterai setiap kendaraan dapat berbeda meski memiliki model yang sama.