Elephants

Masih Banyak Terabaikan, Bakteri Pneumokokus Renggut 634 Ribu Nyawa Dunia

September 29, 2026

Jakarta -

Fakta bahwa penyakit pneumonia bakteri (pneumokokus) sudah merenggut 634 ribu nyawa di dunia menjadi peringatan kritis di tengah minimnya pemahaman terhadap ancaman infeksi saluran pernapasan ini.

Survei terbaru dari YouGov di Indonesia menemukan, empat dari sepuluh orang dewasa atau sekitar 41 persen orang Indonesia belum pernah mendengar mengenai penyakit pneumonia pneumokokus.

Lebih lanjut, sebanyak 44 persen responden mengaku pernah mendengar istilah tersebut, tetapi tidak memahami kondisinya dan hanya sedikit yang benar-benar mengenal sekaliigus memahami penyakit ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesenjangan informasi ini juga sangat terlihat pada kelompok pendamping lansia (caregiver). Meskipun lebih dari separuh orang dewasa di Indonesia secara rutin merawat orang tua atau kerabat lansia, hanya kurang dari 30 persennya yang menyadari bahwa individu 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia serius.

Menanggapi masih banyaknya masyarakat yang menyamakan pneumonia dengan penyakit ringan lainnya seperti influenza, Spesialis Penyakit Dalam Penyakit Tropik dan Infeksi, dr Joyce Bratanata, SpPD menjelaskan, pneumonia dan flu tidaklah sama.

"Pneumonia dan flu bukan penyakit yang sama, meskipun flu dapat berkembang menjadi pneumonia. Keduanya bisa menimbulkan batuk dan demam, sehingga keluarga sebaiknya tidak menyimpulkan penyebabnya berdasarkan gejalanya saja," ungkapnya dalam acara Media Roundtable bersama Pfizer di Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).

"Sesak napas atau nyeri dada perlu segera diperiksakan ke dokter. Kesulitan bernapas yang parah atau kebingungan yang muncul tiba-tiba memerlukan penanganan gawat darurat," lanjutnya.

Dokter keluarga sekaligus vaksinator, dr Kristin Tjandra mengatakan, masyarakat tidak perlu ragu atau takut untuk memeriksakan diri karena merasa kurang memahami penyakitnya dan mengimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) rutin.

"Pemeriksaan kesehatan rutin adalah kesempatan untuk melihat kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, termasuk penyakit yang sudah ada, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pemeriksaan lainnya yang mungkin diperlukan oleh dokter Anda," imbaunya.

"Ini juga saat yang tepat untuk menyampaikan perubahan yang dirasakan, meskipun tampaknya tidak berhubungan dengan pernapasan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan Anda saat ini, Anda membantu dokter memberi saran yang tepat, bukan berdasarkan kondisi tubuh pada hari tertentu saja," jelasnya.

(aur/up)