Jakarta -
Hari Orang Utan Sedunia jatuh pada 19 Agustus setiap tahunnya. Kisah Pony, orang utan yang dipaksa menjadi pekerja seks, selalu menarik simpati warganet, terutama di bulan Agustus.
Tak sedikit netizen yang meminta diceritakan kasus Pony si orang utan atau justru mengisahkan ulang kejadian mengerikan tersebut.
Bagi yang belum tahu, ini dia kisah Pony. Kuatkan hati, karena apa yang akan kamu baca akan begitu menyayat.'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Pony diselamatkan sebuah rumah lokalisasi pada 2001, di suatu daerah di Kalimantan Tengah. Dengan polisi bersenjata AK-47, Pony diamankan. Pertama kali ditemukan, Pony dalam keadaan tangan dirantai dan terbaring di kasur.
Pony kemudian dipindahkan ke Nyaru, Menteng, Kalteng, pada 13 Februari 2001 dengan kondisi memprihatinkan. Rambutnya dicukur habis, tubuhnya penuh luka gigitan nyamuk.
Dengan cepat, Pony mendapatkan perawatan intensif dari tim medis BOSF. Pony mulai bersosialisasi dengan orang utan lainnya, lalu dia ditempatkan di Sekolah Hutan untuk kembali bersiap dilepas ke hutan.
Selama dua tahun, Pony belajar. Keterampilannya meningkat dan dianggap layak naik ke tingkat tahap akhir rehabilitasi di pulau pra-pelepasliaran. Namun ternyata, saat di Pulau Bangamat, Pony banyak menghabiskan waktu sendirian di tanah, malas mencari pakan alami, dan selalu menunggu buah di feeding platform.
Pada Juli 2010, Pony dikembalikan ke kompleks sosialisasi Nyaru Menteng setelah dinilai gagal bertahan. Pada 29 Juni 2013, Pony kembali dipindahkan ke Pulau Kaja, saat itu berat badannya tercatat 60 kg.
Nah, di pulau ini, Pony mulai menunjukkan perilaku layaknya orang utan liar. Dia cekatan, pandai mencari pakan alami, banyak beraktivitas di atas pohon, menjelajah jauh ke sudut-sudut pulau, membangun sarang yang kuat, dan bisa bersosialisasi dengan orang utan lain.
Kendati demikian, kondisi ini hanya berlangsung sekitar tiga bulan.
Pada September 2013, Pony menjadi lemah dan lesu. Dari pemeriksaan tim medis, ditemukan sejumlah luka di tubuhnya, rambutnya sangat kering, dan ciri-ciri malnutrisi kronis. Berat badannya turun hingga 16 kilogram.
Perawatan intensif bagi Pony berlangsung selama sekitar sebulan, ditambah setahun lagi di bawah pengawasan tim medis, dan kondisinya membaik. Pada Agustus 2014, Pony kembali ditempatkan di kompleks sosialisasi Nyaru Menteng sampai sekarang.
Pony diperkirakan lahir sekitar tahun 1996. Artinya, kini Pony telah berusia sekitar 30 tahun.
Kisah kelam Pony menjadi bukti miris bahwa manusia bisa begitu kejam terhadap makhluk hidup. Akan tetapi kita bisa memilih kok, untuk menjadi pelindung sesama makhluk buatan Tuhan.
(ask/ask)
TAGSLIHAT LAINNYA