Bengkayang (ANTARA) - Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Kalimantan IX/Singkawang memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkayang menyusul tingginya jumlah titik panas (hotspot) yang mencapai 884 titik hingga akhir Juli 2026.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, di Bengkayang, Selasa, mengatakan penguatan deteksi dini dilakukan melalui pemantauan intensif menggunakan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI), patroli lapangan, serta verifikasi langsung terhadap setiap hotspot yang terdeteksi.
"Deteksi dini menjadi langkah paling penting untuk mencegah hotspot berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Setiap hotspot yang terdeteksi segera kami tindak lanjuti melalui groundcheck agar kondisi di lapangan dapat dipastikan dan penanganan dilakukan secepat mungkin," katanya.
Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, tim gabungan Manggala Agni bersama Pondok Kerja Bengkayang, Koramil, dan Polsek Teriak memverifikasi hotspot berkategori high confidence di Desa Setia Jaya, Kecamatan Teriak, yang terdeteksi melalui pantauan Satelit NASA-MODIS pada 27 Juli 2026.
Untuk mencapai lokasi, petugas menempuh perjalanan darat sekitar 16 kilometer dari Pondok Kerja Bengkayang dan dilanjutkan berjalan kaki sejauh 857 meter melintasi jalur perbukitan. Hasil pengecekan menunjukkan terdapat lahan sekitar satu hektare berstatus Area Penggunaan Lain (APL) yang telah terbakar.
"Setibanya tim di lokasi, kondisi api dipastikan telah padam total," ujar Yuyu.
Ia mengatakan indikasi awal menunjukkan lahan tersebut dipersiapkan untuk pembukaan kebun. Kondisi wilayah yang didominasi perbukitan, suhu mencapai sekitar 30 derajat Celsius, serta minim sumber air membuat kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyebaran api.
Data Manggala Agni mencatat luas karhutla di Kabupaten Bengkayang telah mencapai sekitar 1.433,69 hektare dengan jumlah hotspot sebanyak 884 titik. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Manggala Agni untuk meningkatkan patroli terpadu, memperluas edukasi kepada masyarakat, memperkuat jejaring desa, serta mendorong pelaporan dini apabila ditemukan indikasi kebakaran.
"Manggala Agni terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan memprioritaskan deteksi dini dan respons cepat. Sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah karhutla dan menjaga wilayah tetap aman selama musim kemarau," kata Yuyu.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.