Melalui 16 karya lukisan, Mandy menghadirkan refleksi tentang pergulatan antara keyakinan, keraguan, hingga penerimaan diri dengan pendekatan yang menonjolkan nilai kasih, empati, dan toleransi antarumat beragama.
Refleksi Spiritual Lewat Simbol Berbagai Agama
Mandy CJ menjelaskan bahwa karya-karyanya lahir dari perubahan cara pandangnya terhadap spiritualitas. Jika sebelumnya banyak mengekspresikan kemarahan terhadap berbagai standar ganda dalam narasi keagamaan, kini ia lebih memilih menghadirkan ruang dialog dan refleksi.
"Dalam perjalanan karya saya, ada fase awal ketika saya banyak mengekspresikan kemarahan, terutama terkait standar ganda yang ada dalam narasi keagamaan seperti figur perempuan yang sering ditempatkan dalam dua ekstrem: Mary Magdalene atau Mother Mary, virgin atau whore," ujar Mandy CJ.
Pameran The Way Back tidak dimaksudkan sebagai kritik terhadap agama, melainkan mengajak pengunjung melihat kemungkinan rekonsiliasi antara iman dan berbagai pertanyaan yang muncul sepanjang perjalanan hidup.
Melalui simbol-simbol yang berasal dari Islam, Kristen, Buddha, dan berbagai tradisi spiritual lainnya, Mandy membangun narasi visual yang menonjolkan nilai universal berupa cinta kasih, empati, kerendahan hati, dan toleransi.
"Seiring waktu, pendekatan saya berubah. Karya-karya saya cenderung sangat literal, mengambil simbol-simbol keagamaan apa adanya. Saya juga mulai mengolah elemen-elemen dari berbagai tradisi spiritual seperti Islam, Katolik, hingga Buddha dan mengintegrasikannya menjadi satu kesatuan visual," imbuhnya.
Kolaborasi dengan Tasya Kissty dan Ahli Kaligrafi
Pameran ini menampilkan 16 lukisan yang dibuat menggunakan kombinasi medium spray paint, acrylic, dan mixed media. Sebagian besar karya dikerjakan sejak Oktober 2025, sementara satu karya berasal dari fase awal perjalanan spiritual Mandy sejak 2023.
Salah satu karya merupakan hasil kolaborasi dengan influencer Tasya Kissty yang mengangkat tema spiritualitas dalam Islam. Tasya turut terlibat dalam penyusunan elemen visual serta ornamen yang memperkuat makna simbolik lukisan tersebut.
Mandy juga menggandeng ahli kaligrafi Islam Wildan F. Akbar untuk menuliskan kaligrafi pada sejumlah karya sehingga makna ayat yang digunakan tetap tersampaikan secara tepat.
"Proses ini lebih mencerminkan perjalanan spiritual saya secara pribadi. Saya melihat keindahan dari setiap agama dan mencoba mengolahnya menjadi bagian dari spiritualitas saya sendiri. Ini bukan lagi tentang kemarahan, melainkan perjalanan ke dalam diri dan mengolah semua pengalaman secara lebih utuh," terang Mandy CJ.
Iman Terus Berkembang Melalui Pengalaman
Kurator Doni Ahmad mengatakan The Way Back mengajak publik memandang iman sebagai sesuatu yang terus berkembang melalui pengalaman hidup dan perjumpaan dengan berbagai perspektif.
Menurutnya, pameran tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan terhadap nilai-nilai yang diterima sejak kecil tidak selalu berakhir pada penolakan terhadap kepercayaan.
"Ketika kita punya pertanyaan terhadap nilai-nilai saat kita tumbuh, baik dari keluarga maupun agama, solusinya bukan pasti ketidakpercayaan atau penolakan. Kadang jika kita terus mencari tahu nilai-nilai di luar diri kita, pada akhirnya kita justru punya definisi baru terhadap kepercayaan yang dulu," ujar Doni Ahmad.
"Makanya proses ini seperti berjalan melingkar, kita kembali ke titik semula tetapi dengan sudut pandang yang sudah berbeda dan tentunya lebih toleran, karena kita mengambil langkah yang tidak banyak orang mau ambil untuk mencari tahu," tambahnya.
Dukung Ekosistem Seni dan Program Sosial
Pameran The Way Back mendapat dukungan dari Tolak Angin, Axel Vinesse, dan Styloz sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung perkembangan seni rupa Indonesia.
VP Digital Marketing Sido Muncul, Yana K. Anggraini, mengatakan seni mampu menjadi ruang dialog sekaligus melahirkan inspirasi baru.
"Tolak Angin percaya bahwa seni merupakan salah satu bentuk ekspresi yang mampu menginspirasi, membuka ruang dialog, sekaligus mendorong lahirnya ide-ide baru. Karena itu, kami ingin turut mendukung talenta kreatif Indonesia yang terus berkarya dan membawa warna baru bagi perkembangan industri kreatif di Indonesia," ungkap Yana K. Anggraini.
Sementara itu, Daniel Santoso dari Axel Vinesse menyebut dukungan kepada Mandy CJ merupakan bagian dari komitmen jangka panjang terhadap perkembangan karier seniman Indonesia.
Selain pameran, rangkaian kegiatan publik juga akan digelar sepanjang Agustus 2026, termasuk Live Painting & Auction pada 1 Agustus 2026. Seluruh hasil lelang dua karya kolaborasi Mandy CJ dan Axel Vinesse akan disalurkan untuk pembangunan dan pemulihan masjid di Aceh melalui Yayasan Pemuda Peduli.
Pameran ditutup dengan Gathering & Workshop bersama Styloz pada 15 Agustus 2026. The Way Back terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya dan dapat dikunjungi setiap Selasa-Minggu pukul 13.00-19.00 WIB.