Mshulu, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, memperkuat arah pembangunan kependudukan melalui penyusunan peta jalan yang menitikberatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan keluarga, dan percepatan penurunan stunting.
Wakil Bupati Mahulu Suhuk di Ujoh Bilang, Minggu, mengatakan penyusunan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025-2029 harus menjadi dasar penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan kemampuan daerah.
Dokumen yang disusun mencakup 30 indikator lintas sektor yang perlu diterjemahkan menjadi program pembangunan terukur dan dapat dilaksanakan secara bertahap oleh perangkat daerah terkait.
Salah satu prioritas yang ditekankan berupa penguatan sektor kesehatan dan pembangunan keluarga, termasuk pengendalian penduduk, optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas, serta percepatan penurunan angka tengkes atau stunting.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan penduduk usia produktif agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia Mahulu yang lebih berkualitas sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.
Saat diskusi kelompok terpumpun penyusunan PJPK pada Jumat (16/10), Suhuk juga menekankan pentingnya penggunaan data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai landasan perencanaan serta pengambilan keputusan.
Untuk itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) bersama perangkat daerah terkait diminta menindaklanjuti hasil diskusi itu, melalui koordinasi lintas sektor, sehingga rumusan kebijakan dan target pembangunan dapat diterapkan secara efektif.
Diskuisi itu menjadi forum untuk menelaah rancangan PJPK, menyelaraskan data dan target, serta memperjelas pembagian peran setiap perangkat daerah.
Sebagai instrumen perencanaan lima tahunan, PJPK diharapkan mampu menyelaraskan pembangunan kependudukan dengan kebutuhan daerah, sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
"Dokumen ini harus memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi kependudukan Mahulu beserta arah penanganannya,” kata Suhuk.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.