Rapper Amerika Macklemore menampilkan pertunjukan pada upacara Pembukaan Invictus Games ke-6 di Duesseldorf, Jerman, 09 September 2023.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kabar pencoretan rapper Macklemore dari daftar penampil tur konser Ed Sheeran memicu gelombang kontroversi di media sosial. Macklemore didepak tak lama setelah menyuarakan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina lewat seruan "Free Palestine".
Sejumlah musisi, aktor, hingga aktivis melontarkan dukungan terbuka untuk sang rapper. Macklemore sendiri sempat menguraikan persoalan ini dalam sebuah pernyataan resmi.
Dia mengungkapkan, Ed Sheeran sempat menghubungi dirinya dan menyampaikan bahwa Robert Kraft pemilik tim New England Patriots sekaligus pemilik Kraft Group yang menaungi Gillette Stadium, menghubungi tim manajemen Sheeran. Beberapa pemilik stadion lainnya diduga melayangkan keberatan jika Macklemore tetap dibiarkan berada di dalam deretan pengisi tur tersebut.
Penyanyi Kehlani menjadi salah satu figur yang meninggalkan respons paling menyita perhatian. "Banyak sekali pemilik tempat maupun acara yang bersatu dengan cara seperti ini. Kehormatan bagiku bisa mengenalmu, saudaraku. Aku sangat mengagumimu. Aku ada di belakangmu!" tulis penyanyi berusia 31 tahun tersebut.
Tak kalah tegas, sutradara Xavier Dolan menilai pernyataan Macklemore sangat jernih dan berani. "Ini mungkin ringkasan paling sederhana namun paling lengkap dan fasih tentang apa sebenarnya makna dari 'semua ini', dan tentang apa yang bukan, serta tidak akan pernah menjadi: antisemitisme," ujar Dolan.
Grup musik Garbage bahkan “mendedikasikan” satu unggahan khusus di akun Instagram resmi mereka demi membela sang rapper. "Ini adalah kegilaan. Benar-benar kegilaan. Jadi, Macklemore dicoret dari tur besar hanya karena beberapa orang merasa terancam dan 'takut' saat dia berdiri di atas panggung dan memohon perlindungan bagi rakyat yang dijajah serta ditindas?".
Dilansir laman Just Shared pada Selasa (15/9/2026), Garbage melabeli situasi tersebut sebagai hal yang sangat tidak adil. Menurut Garbage, tidak ada satu pun ucapan Macklemore di panggung yang bersifat kekerasan, penuh kebencian, atau radikal. Mereka membentengi Macklemore dari tuduhan antisemitisme sembari mempertanyakan konsekuensi berat yang harus ditanggung seseorang hanya karena berani bersuara.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada kebebasan berpendapat? Pihak-pihak yang mengasingkan, membungkam, dan menyensor orang lain tidak akan pernah menjadi pihak yang benar. Tak peduli apa pun yang berusaha kamu katakan pada dirimu sendiri,” tulis Garbage.