Elephants

LPS Likuidasi 7 BPR-BPRS hingga Semester I-2026

August 3, 2026

ILUSTRASI. Lembaga Penjamin Simpanan Tahan Tingkat Bunga Penjaminan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melikuidasi tujuh Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) sepanjang semester I-2026. Sementara itu, sebanyak 18 BPR dan BPRS lainnya masih menjalani proses likuidasi.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, rata-rata proses penyelesaian likuidasi BPR dan BPRS memerlukan waktu sekitar 21 bulan.

"Sepanjang semester I, LPS menyelesaikan likuidasi atas tujuh BPR dan BPRS. Saat ini masih terdapat 18 BPR dan BPRS yang dalam proses likuidasi dengan rata-rata waktu penyelesaian sekitar 21 bulan," ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).

Baca Juga: OJK Tutup 10 BPR hingga Juli 2026, LPS Pastikan Dana Nasabah Tetap Aman

Menurut Anggito, mayoritas bank yang akhirnya dilikuidasi memiliki permasalahan mendasar pada tata kelola perusahaan (good corporate governance).

Selain lemahnya tata kelola, penyebab lain yang mendominasi adalah terjadinya persengketaan internal pemegang saham maupun manajemen, serta berbagai pelanggaran terhadap ketentuan perbankan.

"Prioritas penyebab BPR dan BPRS yang masuk proses resolusi dan likuidasi oleh LPS adalah lemahnya tata kelola, persengketaan internal, dan pelanggaran ketentuan perbankan," katanya.

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri Depok, LPS Siapkan Likuidasi

Di sisi lain, Anggito menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan kondisi industri perbankan secara keseluruhan. Menurutnya, fungsi penjaminan simpanan dan resolusi bank yang dijalankan LPS tetap berjalan efektif untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

LPS juga memastikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan masih terjaga. 

Baca Juga: Tok! LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan Sebesar 3,50% hingga September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News