Elephants

Lirik Potensi Wisata Trekking, Korsel Targetkan 3 Juta Kunjungan Hingga 2028

September 6, 2026

Jakarta -

Korea Selatan mulai melirik potensi wisata pegunungan mereka sebagai daya tarik baru untuk wisatawan mancanegara. Sebanyak 11 pendaki asal Prancis menjadi yang pertama menjajal program tersebut dengan mendaki Gunung Bukhansan di Seoul.

Mereka merupakan anggota Federation Francaise de la Randonnee Pedestre (FFRP), federasi hiking terbesar di Prancis. Rombongan tersebut menjalani perjalanan selama 11 hari untuk menjelajahi sejumlah destinasi alam dan budaya Korea Selatan.

Mengutip The Korea Herald, Minggu (6/9/2026) Menteri Kebudayaan Korea Selatan, Chae Hwi-young, menyambut langsung rombongan di Taman Nasional Bukhansan. Pendaki gunung Korea Selatan, Um Hong-gil, juga ikut mendampingi mereka selama berada di jalur pendakian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan tersebut menjadi uji coba pertama program K-Trekking Challenge yang digagas Korea Tourism Organization (KTO) bersama Korea National Park Service. Kedua lembaga menargetkan 3 juta kunjungan wisatawan ke taman nasional hingga 2028.

Lewat program itu, wisatawan asing bisa meminjam sepatu dan tongkat hiking secara gratis. Peserta juga mendapatkan suvenir berupa gantungan kunci.

Kunjungan FFRP dilakukan setelah KTO mempromosikan sejumlah jalur trekking Korea Selatan di Prancis. Federasi yang berdiri sejak 1947 itu memiliki sekitar 240.000 anggota.

Sekitar 40 anggotanya akan mengunjungi Korea Selatan dalam tiga kelompok, dengan durasi perjalanan masing-masing 11 hari. Setelah Bukhansan, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Desa Hahoe di Andong, Namsan di Gyeongju, Geumjeongsan di Busan, Suncheonman Bay di Provinsi Jeolla Selatan, serta Gunung Jirisan. Mereka juga akan mengikuti program templestay di Hwaeomsa, Gurye.

Korea Selatan memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata trekking. Sekitar 70% wilayah negara tersebut merupakan pegunungan dan perbukitan.

Berdasarkan data Korea Forest Service, kawasan hutan juga mencakup sekitar 63% wilayah Korea Selatan, terbesar keempat di antara negara-negara OECD setelah Finlandia, Swedia, dan Jepang.

"Korea memiliki empat musim yang berbeda, pegunungan yang indah dan beragam di seluruh negeri, serta sejarah dan budaya yang membuat aktivitas berjalan kaki menjadi menarik. Kami berharap kunjungan anggota federasi Prancis ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan trekking Korea kepada dunia," kata pejabat Kementerian Kebudayaan Korea Selatan.

(upd/ddn)