Elephants

Lima warga tewas tertimbun longsor lereng bukit tambang emas ilegal di Gorontalo - ANTARA News Megapolitan

August 14, 2026

Gorontalo (ANTARA) - Sebanyak lima dari enam warga ditemukan meninggal dunia akibat tanah longsor di kawasan lereng bukit pertambangan emas tanpa izin (PETI) Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala  di Gorontalo, Jumat, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (12/8) sekitar pukul 17.30 Wita saat para korban beraktivitas di lokasi PETI.

"Data awal yang kami terima, ada enam orang korban. Lima ditemukan meninggal dunia, dan satu orang mengalami luka-luka sehingga dilarikan ke rumah sakit," kata Sagala.

Berkat kerja sama seluruh pihak, para korban berhasil ditemukan dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Untuk mencegah jatuhnya korban tambahan, personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato menghentikan seluruh aktivitas di lokasi dan memasang garis polisi.

Namun, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dihentikan sementara karena masih terjadi longsor susulan di kawasan tersebut.

Kepolisian mengkhawatirkan kondisi itu membahayakan keselamatan personel sehingga proses olah TKP untuk mendalami penyebab dan kronologi kejadian belum dapat dilanjutkan.

Sagala mengatakan hingga kini belum ada laporan masyarakat mengenai anggota keluarga yang hilang atau belum ditemukan setelah kejadian tersebut.

Baca juga: WALHI nilai persoalan tata kelola SDA pemicu tragedi PETI di Jambi

Dengan demikian, pihaknya memperkirakan tidak ada korban lain yang masih tertimbun longsor.

Ia mengatakan Polda Gorontalo dan jajaran dalam beberapa bulan terakhir terus melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di Kabupaten Pohuwato.

Namun, kejadian tersebut menunjukkan masih terdapat masyarakat yang melakukan aktivitas penambangan secara sembunyi-sembunyi.

"Saat ini proses identifikasi dan olah TKP masih dihentikan untuk sementara waktu. Pihak Polres Pohuwato juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian," ujarnya.

Pewarta: Susanti Sako
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.