Jakarta -
Badan Pariwisata PBB mencatat pertumbuhan perjalanan global di tahun 2026. Target awal 3-4 persen, ternyata hanya sampai 2 persen saja.
Menurut catatan PBB kedatangan wisatawan internasional hanya meningkat 0,4 persen secara tahunan pada paruh pertama tahun 2026 atau sekitar 3 juta orang lebih banyak dari total 690 juta pengunjung, seperti dikutip dari VN Express pada Kamis (24/9/2026).
Sebenarnya kedatangan wisatawan internasional tumbuh 2 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026 sebelum menurun 1 persen pada kuartal kedua. Penurunan semakin dalam pada bulan Juni, ketika kedatangan turun 3 persen dari tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini disebabkan oleh konflik Timur Tengah yang pecah pada 28 Februari dan berlangsung hingga kini. Meningkatnya biaya perjalanan menjadi salah satu faktor kuat melambatnya pertumbuhan wisata global.
Jika dipecah secara geografis, Afrika mencatat pertumbuhan terkuat, dengan kedatangan internasional naik 4 persen dalam enam bulan pertama.
Eropa cukup baik dengan kenaikan 3 persen, sementara Amerika mencatat pertumbuhan 2 persen. Kedatangan di Asia dan Pasifik meningkat 1 persen tetapi tetap 11 persen di bawah level tahun 2019.
Sementara Timur Tengah adalah wilayah yang paling terdampak, mencatat penurunan 22 persen dalam kedatangan wisatawan internasional karena konflik mengganggu sektor pariwisata, menurut laporan tersebut.
Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB, Shaikha Al Nuwais, mengatakan angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pariwisata terus tumbuh tetapi tetap rentan terhadap guncangan eksternal, dengan konflik yang memengaruhi destinasi di luar wilayah tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Xinhua.
Kantor berita tersebut mengatakan perkiraan revisinya akan bergantung pada berapa lama konflik berlangsung dan dampaknya terhadap harga minyak dan inflasi.
Kenaikan biaya dan ketidakpastian juga diperkirakan akan membuat nilai uang menjadi prioritas yang lebih besar bagi para pelancong. Laporan tersebut mengatakan wisatawan mungkin semakin memilih destinasi yang lebih dekat dengan rumah atau memilih perjalanan domestik.
Beberapa negara yang bergantung pada pariwisata telah memangkas perkiraan kedatangan wisatawan internasional tahun ini. Salah satunya adalah Thailand, yang telah memangkas target kedatangan turis 2026 menjadi 33 juta kedatangan.
(bnl/wsw)