Elephants

Legislator Kalteng sebut Sekolah Rakyat wujud keadilan pendidikan

September 3, 2026

Legislator Kalteng sebut Sekolah Rakyat wujud keadilan pendidikan

Kamis, 3 September 2026 16:17 WIB

Image Print

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Hafid saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Terpadu di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, belum lama ini. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Hafid menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk hadirnya pemerintah dalam mewujudkan keadilan di sektor pendidikan, termasuk bagi keluarga tidak mampu.

"Kita berharap betul Sekolah Rakyat ini bisa menjadi solusi terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat tidak mampu. Apalagi sekolah ini gratis sepenuhnya. Jangan sampai keadaan ekonomi keluarga membuat seorang anak kehilangan kesempatan untuk sekolah dan meraih masa depannya,” kata Abdul Hafid di Sampit, Kamis.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ini datang meninjau aktivitas pendidikan di Sekolah Rakyat Terpadu di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. Kunjungan ini di sela masa reses ke daerah pemilihannya yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan.

Kedatangan Hafid disambut siswa dan para guru. Dia mengapresiasi dan bangga melihat bangunan Sekolah Rakyat Terpadu yang menurutnya sangat layak.

Dia menyaksikan anak-anak tampak bermain dan berolahraga, termasuk bermain sepak bola. Suasana itu menggambarkan kehidupan baru yang mulai tumbuh di lingkungan pendidikan berasrama tersebut.

Di balik keceriaan itu, masing-masing anak membawa perjalanan hidup yang berbeda. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan berbagai latar belakang sosial. Ada yang kehilangan orang tua, menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga, hingga membutuhkan penguatan kemampuan dasar membaca dan menulis.

Abdul Hafid menilai, kondisi tersebut justru menunjukkan betapa pentingnya kehadiran Sekolah Rakyat. Program Sekolah Rakyat ini tidak hanya menyediakan tempat belajar, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak yang selama ini berada dalam keterbatasan untuk menata masa depan.

Abdul Hafid diterima Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotawaringin Timur Nikkon Bhastari, bersama sejumlah tenaga pendidik dan wali asuh.

Dia melihat langsung bahwa tantangan mendidik anak-anak di Sekolah Rakyat tidak sederhana. Perbedaan karakter, kemampuan akademik, kondisi keluarga dan pengalaman sosial membuat pendekatan terhadap setiap siswa tidak bisa disamaratakan.

Oleh karena itu, menurutnya, keberadaan guru dan wali asuh menjadi sangat penting. Terlebih Sekolah Rakyat menggunakan sistem berasrama sehingga pendampingan terhadap siswa tidak berhenti setelah kegiatan belajar di ruang kelas selesai.

“Saya melihat guru dan wali asuh membina mereka dengan hati. Ini pekerjaan yang tidak ringan. Anak-anak datang dengan karakter, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Mereka harus dirangkul, dibimbing dan diyakinkan bahwa mereka mempunyai masa depan,” ujarnya.

Abdul Hafid memberikan apresiasi kepada para pendidik dan wali asuh yang menjalankan peran tersebut. Menurutnya, anak-anak bukan hanya membutuhkan pelajaran, tetapi juga perhatian, rasa aman, kedisiplinan, kasih sayang dan lingkungan yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri.

Sekolah Rakyat Kotawaringin Timur sendiri sebelumnya memulai kegiatan di eks Asrama Haji Kompleks Islamic Center Sampit. Pada tahap rintisan tahun 2025, program tersebut menampung 100 peserta didik tingkat SD dan SMA.

Seiring pengembangan program, kegiatan pendidikan mulai menempati kompleks Sekolah Rakyat yang baru di kawasan Wengga Metropolitan, Sampit. Kawasan tersebut berdiri di atas lahan sekitar 67.930 meter persegi atau hampir 6,8 hektare dan dirancang sebagai kompleks pendidikan berasrama terintegrasi.

Pembangunan kompleks tersebut kini telah memasuki tahap penyelesaian. Berdasarkan peninjauan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama BPKP Kalimantan Tengah pada pertengahan Agustus 2026, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen.

Legislator muda yang juga menjabat Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kotawaringin Timur ini berharap penyelesaian infrastruktur diikuti dengan penguatan sumber daya manusia. Ketersediaan tenaga pendidik dan wali asuh masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian seiring bertambahnya peserta didik dan berkembangnya aktivitas sekolah.

“Gedung yang bagus penting, fasilitas yang lengkap juga penting. Tetapi yang tidak kalah penting adalah orang-orang yang setiap hari mendampingi anak-anak ini. Guru dan wali asuh harus cukup karena merekalah yang memahami persoalan anak dan ikut membentuk karakter mereka,” tegas Hafid.

Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat pada akhirnya tidak cukup diukur dari kemegahan gedung maupun jumlah peserta didik. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pendidikan mampu mengubah kehidupan anak-anak yang sebelumnya berada dalam keterbatasan.

Ia berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang cemerlang, berpendidikan, berkarakter, mandiri dan memiliki keberanian untuk bercita-cita tinggi.

“Jangan melihat mereka dari keadaan hari ini. Kalau dibina dengan baik, diberikan pendidikan dan kesempatan yang sama, kita tidak pernah tahu, kelak dari anak-anak ini bisa lahir guru, pengusaha, tenaga profesional bahkan pemimpin,” katanya.

Sebagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Abdul Hafid menilai Sekolah Rakyat harus terus dikawal dan disempurnakan. Kekurangan tenaga pendidik, wali asuh maupun fasilitas yang masih ditemukan pada tahap awal perlu segera dievaluasi dan ditangani agar tujuan besar program benar-benar tercapai.

Dia menyebut, investasi terbesar Sekolah Rakyat bukan semata bangunan yang berdiri di atas lahan luas. Investasi sesungguhnya adalah perubahan kehidupan anak-anak yang belajar dan tumbuh di dalamnya.

Anak-anak yang hari itu berlari dan bermain sepak bola di halaman sekolah mungkin belum memahami besarnya harapan yang sedang diletakkan di pundak mereka. Namun di balik aktivitas sederhana itu, para guru dan wali asuh sedang menjalankan tugas penting yakni memastikan keterbatasan masa lalu tidak menjadi batas bagi masa depan mereka.

“Kita ingin mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka sama berharganya dengan anak-anak lain dan mempunyai hak yang sama untuk bercita-cita. Kemiskinan jangan sampai mematikan harapan anak. Kalau Sekolah Rakyat mampu mengubah kehidupan mereka, maka negara bukan hanya membangun sekolah, tetapi sedang membangun masa depan sebuah generasi,” demikian Abdul Hafid.

Baca juga: Legislator Kalteng minta pengaspalan jalan Sampit-Samuda tidak ditunda-tunda

Baca juga: Legislator Kalteng pantau pengerjaan ruas jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu

Baca juga: Cegah kebakaran, DPRD Kalteng minta instalasi listrik gedung tua diperiksa

Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.