Gorontalo (ANTARA) - Legislator Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Andi Matawang mengimbau nelayan di daerah itu, untuk senantiasa mewaspadai cuaca buruk saat akan melaut.
"Keselamatan diri wajib menjadi urusan prioritas, sehingga saat akan melaut, para nelayan diimbau memperhatikan cuaca atau berkoordinasi dengan pihak pelabuhan pendaratan ikan untuk memantau informasi cuaca terkini," kata Andi di Gorontalo Utara, Selasa.
Kondisi berangin kencang dan gelombang tinggi saat ini, mengharuskan nelayan wajib meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas melaut untuk sementara waktu.
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena itu penting untuk tidak memaksakan diri melaut apabila cuaca ekstrem," kata anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara tersebut.
DPRD, kata dia, terus mendorong pemerintah daerah untuk merancang program pemberdayaan nelayan agar tetap berpenghasilan meski cuaca ekstrem melanda.
Alokasi anggaran untuk program pemberdayaan nelayan pun harus tetap menjadi prioritas, sebab banyak sumber pendapatan yang bisa didorong melalui program-program strategis tersebut.
Masyarakat di wilayah pesisir kata Andi, diminta tidak memunggungi laut yang kaya akan potensi khususnya di sektor perikanan tangkap, namun program pemberdayaan harus tetap dilakukan agar nelayan tetap beraktivitas demi pendapatan keluarga meski cuaca sedang tidak bersahabat.
"Saya berharap imbauan tetap memprioritaskan keselamatan kerja saat melaut di musim cuaca ekstrem, tetap menjadi hal utama seperti halnya prioritas menjalankan program pemberdayaan agar nelayan tetap berpenghasilan," kata Andi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo Utara Faizal Piu mengatakan pihaknya terus mengaktifkan program-program pemberdayaan masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.
Kelompok-kelompok nelayan dan pembudidaya terus didampingi agar tetap berinovasi menciptakan produk-produk yang dapat dihasilkan secara berkelanjutan, di antaranya budidaya rumput laut maupun pengeringan ikan sebagai bahan baku produk pangan.
Saat tidak melaut, nelayan dapat menjemur rumput laut, atau bahkan melakukan aktivitas produktif lainnya.
"Kami terus mendampingi aktivitas nelayan di daerah ini. Tercatat ada sekitar 4.400 nelayan tangkap tersebar di 11 wilayah kecamatan khususnya di 78 desa pesisir," katanya.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.