Lapas Perempuan Palu optimalkan pembinaan kepribadian warga binaan
Senin, 17 Agustus 2026 17:16 WIB
Bupati Kabupaten Sigi Moh Rizal Intjenae didampingi Kepala Lapas Perempuan Palu Yoesiana memberikan remisi kepada perwakilan dari 157 warga binaan yang mendapatkan remisi pada momentum HUT Ke-81 RI, di Lapas Perempuan Kelas III Palu di Dolo, Sigi, Sulteng, Senin (17/8/2026). ANTARA/Moh Salam
Kabupaten Sigi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu mengoptimalkan program pembinaan bagi para warga binaan pemasyarakatan (WBP) seperti kepribadian dan kemandirian.
"Untuk program kepribadian mencakup rutinitas harian warga binaan dari bangun tidur hingga beristirahat kembali termasuk pendidikan, pemanfaatan fasilitas perpustakaan dan olahraga," kata Kepala Lapas Perempuan Palu Yoesiana di Sigi, Senin.
Ia mengemukakan pembentukan karakter dan kepribadian warga binaan diperkuat melalui penanaman budaya bersih diri, kebersihan lingkungan, serta penerapan budaya "3S" yakni Senyum, Sapa, Salam.
"Tentunya warga binaan diwajibkan untuk mematuhi seluruh aturan hukum dan tata tertib yang berlaku di dalam lapas," ucapnya.
Selanjutnya program kemandirian untuk warga binaan melalui pembinaan keterampilan wirausaha dan jasa seperti produk kerajinan dan UMKM unggulan yang dihasilkan, antara lain produk rajutan, olahan bawang goreng khas Palu, serta olahan cokelat.
"Jadi warga binaan juga dilatih dalam bidang jasa seperti tata rias salon dan layanan laundry termasuk ikut mendukung program Astacita Presiden terkait ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada," ujarnya.
Untuk program ketahanan pangan sudah diterapkan dalam Lapas Perempuan Palu berupa metode hidroponik maupun optimalisasi lahan seluas 1.300 meter persegi di samping Lapas, sehingga lahan itu dimanfaatkan sebagai pengelolaan kolam ikan dan perkebunan jagung.
"Harapannya melalui integrasi pembinaan kepribadian, pelatihan keterampilan, dan pemenuhan hak dasar ini dapat memberikan warga binaan kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, serta diterima kembali oleh keluarga dan masyarakat luas setelah menyelesaikan masa pidana," ujarnya
Lapas Perempuan Kelas III Palu dalam momentum peringatan HUT Ke-81 RI memberikan remisi atau pengurangan masa hukuman kepada 157 bagi warga binaan.
Jumlah pengurangan masa hukuman itu bervariasi seperti satu sampai enam bulan.
Saat ini total penghuni Lapas Perempuan Palu mencapai 216 orang terdiri dari 180 narapidana dan 36 orang lainnya merupakan tahanan.
Yoesiana mengatakan pemberian remisi tersebut sudah melalui proses verifikasi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Pemberian remisi ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk senantiasa mengikuti seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh, menjaga ketertiban dan keamanan, serta menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik," tuturnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026