Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:16 WIB
Jakarta, VIVA – Memasuki usia lanjut, perubahan pada tubuh dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami nyeri sendi, kekakuan, hingga penurunan kekuatan otot. Kondisi tersebut perlahan bisa memengaruhi kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga
Salah satu masalah yang cukup umum terjadi adalah osteoarthritis (OA) atau pengapuran sendi, terutama pada lutut. Rasa nyeri dan kaku yang muncul kerap membuat lansia mengurangi aktivitas fisik karena khawatir kondisi sendinya semakin buruk.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Padahal, berhenti bergerak sepenuhnya bukan selalu menjadi solusi. Aktivitas fisik yang dilakukan secara tepat dan bertahap justru dapat membantu mempertahankan kekuatan otot serta kemampuan tubuh untuk tetap bergerak.
Baca Juga
Meski begitu, olahraga pada lansia tidak bisa disamakan dengan latihan untuk orang yang lebih muda. Jenis gerakan, intensitas, frekuensi, hingga kondisi kesehatan masing-masing perlu diperhatikan agar latihan tetap aman dan memberikan manfaat.
Salah satu pendekatan yang mulai dikembangkan adalah latihan dalam kelompok kecil dengan pendampingan tenaga profesional. Konsep tersebut antara lain diperkenalkan melalui WM Class di WM Center Sunter, Jakarta Utara, yang salah satunya menyasar kelompok lansia.
Baca Juga
Fisioterapis Windy Mayang menjelaskan, program tersebut dirancang agar lansia dapat menjalani latihan secara berkelompok dengan pendampingan fisioterapis.
“Layanan khusus yang tadi kita launching adalah WM Class, di mana perform rata-rata untuk lansia. Karena berkelompok, nanti akan secara berkelompok. Jadi, tiga pasien lansia, satu fisioterapi,” kata Windy Mayang dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/10/2026).
![]()
Menurutnya, latihan bersama juga memiliki manfaat dari sisi sosial. Lansia dapat bertemu dengan orang lain yang memiliki kondisi atau kebutuhan serupa sehingga aktivitas fisik tidak terasa monoton.
“Mereka memiliki komunitas di mana mungkin tidak akan mengalami kejenuhan,” ujarnya.
Pengapuran Sendi Bukan Alasan Berhenti Bergerak
Pada lansia dengan osteoarthritis, latihan perlu dilakukan secara terukur. Salah satu fokusnya adalah memperkuat otot yang menopang sendi sekaligus menjaga fleksibilitas tubuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Windy mengatakan latihan penguatan atau strengthening dapat dilakukan secara berkala dan dilengkapi dengan stretching untuk membantu menjaga kelenturan otot.
“Kalau lansia, berarti harus di-strengthening dulu. Strengthening-nya secara berkala, kemudian stretching dibanyakin, karena pasti hamstring-nya juga tight,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Namun, latihan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Lansia yang mengalami nyeri atau keterbatasan gerak sebaiknya tidak langsung meningkatkan intensitas olahraga tanpa mengetahui kondisi tubuhnya.