Sekadar informasi, PT Karya Pacific Energy Tbk. merupakan nama baru dari PT MNC Energy Invesments Tbk. yang telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.
Baca Juga: Karya Pacific Energy (IATA) Luncurkan Logo Baru, Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan
Presiden Direktur Karya Pacific Energy, Suryo Eko Hadianto mengatakan, secara bottom line kinerja keuangan perseroan memang mengalami penurunan. Namun, perseroan masih mampu menjaga biaya produksi per ton di tengah kondisi tersebut.
“Memang kondisi dalam laporan keuangan kemarin secara bottom line kelihatan turun. Tetapi kalau diperhatikan cost per ton kita masih bisa memaintain dengan baik,” kata Suryo dalam konferensi pers launching logo PT Karya Pacific Energy Tbk., Senin (10/8/2026).
Di sisi lain, Suryo mengatakan perkembangan harga batu bara sepanjang tahun ini relatif membaik. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mampu mengompensasi dampak pembatasan kuota produksi.
Menurutnya, persoalan kuota produksi tidak hanya dialami Karya Pacific Energy, tetapi juga menjadi tantangan bagi sebagian besar perusahaan tambang batu bara di Indonesia.
“Mungkin hampir 80% perusahaan tambang batubara di semester satu kemarin di Indonesia semuanya mengalami. Ini ada permasalahan yang cukup berat dihadapi oleh seluruh perusahaan tambang yang terkait dengan kuota produksi yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Karena itu, perseroan tengah mengupayakan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk meningkatkan kembali kuota produksi pada sisa tahun berjalan.
Suryo berharap revisi RKAB yang sedang diproses dapat memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan produksi sehingga kinerja perusahaan dapat kembali pulih.
“Dengan perubahan ataupun adanya revisi RKAB ini harapannya perusahaan akan segera recover, itu yang pertama,” tutur Suryo.
Lebih lanjut, Suryo menegaskan, secara fundamental kegiatan bisnis batu bara Karya Pacific Energy masih berjalan dengan baik. Perseroan juga telah membangun sejumlah infrastruktur pendukung untuk menunjang peningkatan produksi.
Baca Juga: IATA Optimistis Revisi RKAB Disetujui, Target Produksi 4 Juta Ton
Menurutnya, infrastruktur jalan hauling yang dikembangkan perseroan melalui APE telah beroperasi. Perseroan juga telah mengembangkan fasilitas pelabuhan yang kini mampu melayani pengiriman menggunakan tongkang.
“Infrastructure sudah kebangun, malahan jalan hauling di mana APE sudah terbangun dan sudah AWR. Dan kita juga sudah develop pelabuannya,” ucapnya.
Dia menambahkan, fasilitas pelabuhan tersebut telah digunakan untuk mengangkut batu bara dengan volume yang telah mencapai beberapa ratus ribu ton. Kegiatan penambangan di APE juga telah berjalan dengan dukungan kontraktor pertambangan.
Dengan kesiapan infrastruktur dan kontraktor tersebut, Suryo optimistis Karya Pacific Energy dapat segera meningkatkan kinerja apabila revisi RKAB memperoleh persetujuan.
“Sehingga kami sangat yakin apabila RKAB bisa kita dapatkan, RKAB menjadi mulus untuk kita, maka karya Pasifik Energi juga akan segera recover dengan baik,” pungkasnya.