REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Kunjungan pasien ke rumah sakit yang ada di Kabupaten Kuningan meningkat sekitar 30 persen dalam beberapa waktu terakhir. Namun, masyarakat diminta tidak panik karena peningkatan kunjungan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai peningkatan kasus Influenza A.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Edi Martono, menjelaskan, kenaikan kunjungan pasien hingga sebesar 30 persen itu tidak serta-merta menunjukkan adanya peningkatan kasus Influenza A. Menurutnya, diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis virus yang menyebabkan keluhan kesehatan pada pasien.
“Memang ada peningkatan kasus kunjungan ke rumah sakit 30 persen, tapi kita juga tidak bisa menyatakan bahwa seperti rumor yang sekarang sedang ramai itu Influenza A,” ujar Edi, Kamis (1/10/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak resah menghadapi berbagai informasi mengenai Influenza A yang berkembang saat ini. Menurutnya, kondisi cuaca pada masa pancaroba memang dapat memicu munculnya berbagai keluhan kesehatan, terutama batuk dan pilek.
“Imbauan dari kami, masyarakat jangan panik, jangan resah. Memang musim pancaroba ini gejala penyakit apa pun bisa timbul, terutama batuk pilek,” tuturnya.
Edi menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan, peningkatan kunjungan ke rumah sakit tidak seluruhnya disebabkan oleh keluhan batuk, pilek, maupun influenza. Menurutnya, pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan memiliki beragam keluhan dan jenis penyakit.
“Setelah saya lihat, ternyata kunjungan atau laporan dari rumah sakit juga tidak semuanya dari influenza atau batuk pilek, melainkan dari berbagai penyakit lainnya juga,” jelasnya.
Terkait dugaan Influenza A, Edi mengatakan, penyakit tersebut tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala. Pasalnya, gejala Influenza A memiliki kemiripan dengan penyakit akibat infeksi virus saluran pernapasan lainnya.
“Kalau untuk pemeriksaan influenza itu perlu pemeriksaan laboratoris seperti pemeriksaan Covid-19 dulu. Dan itu bukan biaya yang murah,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi saat ini juga perlu dilihat secara proporsional. Peningkatan kunjungan pasien memang terjadi, tetapi tidak berarti seluruhnya merupakan kasus Influenza A.
“Jadi peningkatan kasus 30 persen bukan berarti itu adalah Influenza A. Belum tentu,” tegasnya.
Mengenai perbedaan antara Influenza A dan flu atau batuk pilek biasa, Edi mengakui, cukup sulit membedakannya hanya dengan melihat gejala yang muncul. “Kalau dibilang perbedaan agak sulit, karena gejalanya hampir sama. Jadi, kita bisa membedakan kalau memang ada pemeriksaan laboratoris,” ujarnya.
Untuk itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan perkembangan kondisi tubuh. Apabila keluhan yang dialami semakin berat, khususnya jika muncul sesak napas, masyarakat dianjurkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
“Yang kita titik beratkan di sini adalah ketika timbul gejala sesak atau penyakit bertambah berat, segeralah ke layanan kesehatan,” katanya.